Mengubah Keresahan Menjadi Peluang lewat Bisnis Kopi Keliling
- 09 Apr 2026 08:07 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kupang - Persaingan dunia usaha saat ini terbilang cukup ketat dengan berbagai jenis usaha yang sangat beragam. Rian Boimau, pemilik usaha "Kopi Cup" memilih membangun bisnis kopi keliling (kopling) karena merasa cukup sulitnya mencari pekerjaan tetap.
Ia mengaku sudah merantau ke pulau Jawa dengan niat mencari kerja lebih layak, namun terkendala latar belakang pendidikan. Kondisi ini tidak bisa menjamin dirinya mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik.
“Motivasi bisnis ini lahir dari keresahan saya, susah mencari pekerjaan di daerah kota ini,” ucapnya. Pengalaman bekerja di kedai kopi dan warung kopi (warkop) di Jawa, menjadi modal dasar baginya untuk mulai berjualan kopi.
“Karena saya tidak tamat sekolah, ini kendala saya untuk melamar pekerjaan,” ujar Rian dengan jujur. “Sekarang lamar kerja swasta juga minimal ijazah SMA atau D3.”
Usaha kopling bernama “Kopi Cup” ini, ditekuni Rian selama hampir sembilan tahun lamanya di Kupang. Konsistensi menjadi kunci utama bagi Rian untuk terus bertahan di tengah persaingan bisnis yang ketat.
“Kalau buka kedai atau warkop sudah pasti butuh dana besar,” ujar Rian. “Karena harus mendirikan tempat, isi dengan perlengkapan yang dibutuhkan, dan serba mahal.”
Rian membuktikan bahwa keterbatasan ijazah bukanlah penghalang besar untuk meraih sebuah kesuksesan ekonomi lewat perjalanan hidupnya. "Semangat kerja keras mampu mengubah keresahan kita menjadi peluang usaha baru yang sangat menjanjikan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....