Penenun Hadapi Tantangan dalam Menjaga Kelangsungan Produksi Tenun

  • 11 Feb 2026 19:28 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Proses produksi tenun masih menghadapi tantangan serius terutama dari sisi ketersediaan penenun aktif di lapangan. Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

“Tantangan terbesar ada pada penenun karena menenun belum sepenuhnya menjadi pekerjaan utama,” kata Cecilia Berebuti, pemilik usaha tenun, beberapa waktu lalu. Menurutnya, banyak penenun masih membagi waktu dengan pekerjaan lain di luar aktivitas menenun setiap hari.

Sebagian penenun lebih mengutamakan kegiatan bertani dan pekerjaan rumah tangga dibandingkan menenun secara rutin. Situasi tersebut membuat proses produksi tidak berjalan konsisten sesuai kebutuhan pasar yang ada.

“Satu kain bisa dua minggu sampai satu bulan tergantung motif dan tingkat kesulitannya,” ucapnya. "Lamanya proses pengerjaan berpengaruh pada jumlah produksi yang dapat diselesaikan dalam satu periode."

Cecilia mengatakan, ketersediaan waktu serta fokus penenun menjadi faktor utama dalam menentukan kapasitas produksi tenun tradisional. Jumlah kain yang dihasilkan sangat bergantung pada kondisi kerja masing-masing penenun.

“Kalau penenun fokus dan menjadikannya mata pencaharian, produksi bisa lebih teratur,” ujarnya. "Namun kondisi tersebut belum terjadi secara merata di seluruh wilayah produksi."

Cecilia menilai, proses produksi tenun bergantung pada kesiapan serta konsistensi penenun dalam bekerja setiap periode. Faktor tersebut menentukan jumlah kain yang dapat diproduksi dalam jangka waktu tertentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....