Strategi Branding Tingkatkan Nilai Ekonomis Produk Lokal NTT
- 31 Jan 2026 13:37 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Sektor agribisnis di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar namun masih terkendala oleh kurangnya inovasi pada produk pangan. Dosen universitas memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi melalui program pengabdian masyarakat yang terstruktur.
Seperti diungkapkan Mardit N. Nale, Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Timor (Unimor), Kefamenanu, TTU kepada RRI, pekan lalu. "Fokus pendampingan kami adalah mengubah kebiasaan menjual bahan mentah menjadi menjual produk olahan yang siap konsumsi," ujarnya.
Menurutnya, dengan mengolah produk, petani secara otomatis meningkatkan nilai ekonomis dari hasil jerih payah mereka sendiri. Sebagai Fasilitator Bidang Pengolahan Pangan Lokal, Mardit mengarahkan cara manajemen yang baik agar petani menjadi wirausaha yang tangguh.
"Peningkatan standar produk diperlukan agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal bisa berkembang dan mandiri secara finansial. Banyak pelaku usaha kecil saat ini masih memiliki omzet yang rendah dan jumlah anggota kelompok yang sangat terbatas," ucapnya.
Mardit mengatakan, pelaku usaha memerlukan sentuhan inovasi agar produk dihasilkan dengan ciri khas dan daya tarik bagi pembeli. Meskipun persentase pengusaha milenial di NTT masih sangat kecil, semangat untuk berubah tetap harus dipupuk.
"Penciptaan brand milik sendiri adalah langkah awal bagi UMKM untuk bisa bersaing di pasar global," ucapnya. Kualitas pelabelan dan kemasan menjadi poin krusial yang sering kali terlupakan oleh para pelaku usaha lokal," tuturnya.
Selaku Fasilitator, Mardit terus mendorong agar pelaku usaha menggunakan cara-cara canggih dalam mempromosikan barang dagangan mereka. Penggunaan media sosial kini diyakini menjadi instrumen utama dalam melakukan komersialisasi produk secara efektif dan efisien.
Ia pun berharap ke depan pelaku UMKM di NTT bisa menjadi lebih tangguh. "Karena jika dikelola dengan baik, produk lokal NTT akan memiliki nilai tambah jauh lebih tinggi dari sebelumnya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....