Perkuat Tri Dharma, Unimor Berdayakan Pangan Lokal
- 31 Jan 2026 06:34 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pemberdayaan produk pangan lokal merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Tri dharma Perguruan Tinggi. Sebagai fasilitator, dosen memiliki kewajiban untuk memberikan pengarahan serta pelatihan pengolahan pangan kepada masyarakat luas.
Seperti diungkapkan Mardit N. Nalle, Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu, TTU, kepada RRI, pekan lalu. Ia menjelaskan, pengabdian masyarakat menjadi poin ketiga dalam Tri dharma yang wajib dijalankan oleh seluruh dosen di Indonesia.
"Fokus utamanya adalah meningkatkan nilai tambah produk lokal yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah," ujarnya. Dari sinilah petani diharapkan tidak hanya menjual hasil panen begitu saja, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk akhir berkualitas.

Mardit N. Nalle, Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Timor (Unimor) juga Fasilitator Bidang Pengolahan Pangan Lokal. (Foto: Dok. Mardit N. Nalle)
Melalui pelatihan ini, lanjut Mardit, petani akan dibekali keterampilan teknis dalam mengubah bentuk fisik produk pertanian mereka. Aspek manajemen juga menjadi perhatian penting agar para petani bisa mengelola usaha dengan lebih profesional.
Mardit menegaskan, perubahan pola pikir dari sekadar petani menjadi wirausaha adalah tujuan utama dari pendampingan intensif ini. Baginya, kreativitas dan inovasi harus tumbuh dari pemikiran masyarakat lokal itu sendiri agar produk yang dihasilkan lebih kompetitif.
Mardit mengatakan, saat ini, persentase milenial di NTT yang terjun ke dunia wirausaha agribisnis masih tergolong sangat kecil. Angka keterlibatan generasi muda tersebut tercatat masih berada di bawah satu persen dari total populasi.
Oleh karena itu, menurutnya, tugas fasilitator adalah meningkatkan potensi mereka dalam menciptakan merek (brand) dan kemasan yang menarik. "Pemasaran produk tidak boleh lagi dilakukan hanya secara konvensional atau dari pintu ke pintu (door to door)," katanya.
Mardit berharap, produk olahan tersebut harus mampu menembus pasar yang lebih luas. "Tentunya melalui digitalisasi dan media sosial," ujar Fasilitator Bidang Pengolahan Pangan Lokal tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....