Perjalanan Fotografer Gereja Menjadi Videografer Pernikahan Sukses
- 28 Jan 2026 13:19 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Banyak anak muda memulai perjalanan kreatif mereka dari hal sederhana seperti mengedit foto untuk kegiatan sosial. Langkah awal ini ternyata bisa berkembang menjadi keahlian profesional jika ditekuni dengan semangat belajar yang tinggi dan konsisten.
“Dulu saya sering foto-foto di gereja, melihat ada peluang tahun 2023 saya mulai merambah ke dunia video,” ucap Resandi Lomi Rihi, pemilik usaha Vinix Xinema Atambua, beberapa waktu lalu. Menurutnya, salah satu inovasi yang kini diminati masyarakat adalah layanan video pernikahan.
Memasuki dunia dokumentasi pernikahan membutuhkan waktu untuk Resan belajar dari senior di lapangan agar paham pengambilan gambar. “Dulu saya belajar otodidak tapi saya belajar dari para senior teknik pengambilan gambar,” ucap Resan.
Resan menilai kualitas hasil karya ditentukan oleh ciri khas visual, seperti pemilihan warna yang netral dan tetap alami. Penggunaan warna yang natural dianggap lebih abadi dan memberikan kesan elegan pada setiap momen yang diabadikan lewat kamera.
Masalah manajemen waktu sering kali menjadi tantangan terberat yang harus dihadapinya di lapangan. “Contohnya kalau sudah deal berkat nikah jam 9, jam 6 pagi mulai shot tapi kadang tidak ontime”, ucapnya sambil tersenyum lebar.
Layanan dokumentasi pernikahan ditawarkan paket video berupa menggabungkan momen misalnya pre-wedding dan prosesi akad, langsung ditayangkan saat resepsi. Harga yang ditawarkan berkisar mulai dari Rp3 juta.
Tarif ini menurut Resan sepadan karena timnya harus bekerja ekstra cepat dan memiliki keahlian khusus. Agar video berkualitas tinggi siap dinikmati tamu undangan.
Bagi Resan dunia videografi bukan sekedar merekam, tetapi bagaimana cara menghargai setiap momen berharga milik orang lain. "Fokus pada kepuasaan pelanggan dan terus berinovasi akan membuat karyanya tetap dicari meskipun banyak pesaing baru bermunculan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....