Pangkalan Kekurangan Stok Elpiji, Penjual Kesulitan Penuhi Permintaan Konsumen
- 24 Apr 2026 15:00 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pangkalan elpiji di wilayah Kabupaten Belu mengeluhkan mulai mengalami kekurangan stok elpiji beberapa pekan terakhir. Kondisi ini diperkirakan akan semakin berdampak bagi para pembeli yang mengaku, mulai kesulitan memperoleh elpiji dengan jumlah yang banyak.
Salah satu pelaku usaha pangkalan Juventus Alexander Ngongo yang mengambil dari agen PT Pilar Yohanes menyampaikan biasanya ia mendapatkan tabung elpiji 300 lebih, namun pekan terakhir mulai mengalami pengurangan turun menjadi 90 tabung.
Kondisi yang ada , ia sempat menanyakan alasan pengurangan dari agen di Surabaya namun belum mendapatkan jawaban yang pasti terkait pengurangan Elpiji di pangkalan miliknya.
“Sempat bangun koordinasi dan bertanya terkait alasan terjadinya pengurangan, namun belum mendapatkan jawaban yang jelas, mereka hanya bilang untuk sementara terjadi pengurangan saja,” kata Alex Ngongo, pada Jumat 24 April 2026 di pangkalan miliknya.
Lanjut Alex menjelaskan sisi berbeda para pelaku UMKM yang sering membeli tabung Elpiji mengeluhkan terkait semakin mengurangnya stok karena akan menghambat pelaku UMK, dimana elpiji menjadi salah satu kebutuhan penting melancarkan usaha milik mereka.
Ia menilai kondisi yang ada juga mungkin karena tabung elpiji non subsidi 12 kilogram yang sudah naik menjadi Rp.330.000 per tabung, naik secara signifikan dari harga sebelumnya sekitar Rp265.000. Sementara elpiji 5,5 kilogram ikut mengalami kenaikan dari harga Rp.155.000 menjadi Rp.170.000
“Mungkin karena harga naik sehingga ada pembatasan atau bagaimana kami belum tahu secara pasti,” kata Alex.
Alex memambahkan, karena pasokan yang diterima dari agen mengalami penurunan dibandingkan biasanya. Akibatnya, distribusi ke konsumen menjadi terbatas
“Biasanya kami dapat pasokan rutin, tapi sekarang jumlahnya berkurang, jadi sebagian itu tidak mendapatkannya,” kata Alex.
Melihat persoalan yang ada, ia mengininkan pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap distribusi dan memastikan pasokan elpiji ke wilayah Belu tetap terpenuhi sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia mengkhawatirkan, jika kondisi ini terus berlanjut, berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan elpiji sebagai bahan bakar utama. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....