Minim Stok Harga Elpiji di Kabupaten Belu Melonjak Tinggi hingga Rp330.000

  • 23 Apr 2026 07:57 WIB
  •  Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Harga elpiji non subsidi di Kabupaten Belu melambung tinggi akibat terbatasnya stok pasokan elpiji beberapa pekan terakhir. Kondisi ini mulai dirasakan sejak akhir Maret 2026 saat distribusi elpiji mengalami pengurangan secara drastis atau mandek.

Salah satu pelaku usaha pangkalan Juventus Alexander Ngongo yang mengambil dari agen PT Pilar Yohanes menyampaikan harga elpiji 12 kilogram melonjak tajam hingga kini mencapai Rp.330.000 per tabung, naik secara signifikan dari harga sebelumnya sekitar Rp.265.000. Sementara elpiji bright gas 5,5 ikut mengalami kenaikan dari harga Rp.155.000 menjadi Rp.170.000.

Alexander Ngongo, menyebutkan untuk sementara jumlah pasokan yang diterima terus mengalami pengurangan secara signifikan dan belum mendapatkan alasan yang jelas dari agen di Surabaya.

Ia menjelaskan, terkait kenaikan harga tidak bisa dihindari karena harga tebus dari distributor juga meningkatkan mencapai Rp300.000 hingga Rp.320.000 per tabung untuk ukuran 12 kilogram.

“Biasanya kami bisa dapat sampai 300 lebih tabung, tapi beberapa pekan terakhir Hany bisa dapat sekitar 90 tabung, katanya ada pembatasan dari Surabaya tapi alasannya penyebabnya kami belum mengetahui dengan pasti,” ucap Alex kepada rri.co.id Rabu 22 April 2026.

Menurut Alex, keterbatasan stok berdampak langsung pada kenaikan harga di tingkat pangkalan, sementara disisi lain tingginya permintaan masyrakat semakin memperparah situasi yang ada, dimana elpiji masih menjadi kebutuhan utama baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Alex mengatakan sejauh ini permintaan tertinggi dari para pelaku UMKM, namun stok terbatas Imbasnya pelaku usaha yang lain menjadi tidak kebagian.

“Stok yang tersedia hanya sedikit saja, kemungkinan besar minggu depan, akan mengalami kekosongan stok,” kata Alex.

Dalam kondisi yang ada, Alex berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan distribusi elpiji di wilayah perbatasan agar tidak mengalami kelangkaan yang lebih parah, dengan itu tidak menimbulkan sejumlah keluhan dari pembeli penyebab kenaikan dan juga dampak pada pertumbuhan UMKM di daerah.(KM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....