Partai Golkar Gandeng Bank NTT Sosialisasi KUR, Pendaftar di Alor Lampaui Target
- 14 Agt 2026 09:11 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Bank NTT menggelar sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku dan calon pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kamis, 13 Agustus 2026. Sosialisasi dipusatkan di Kantor DPD I Partai Golkar NTT, Kota Kupang, dan diikuti peserta dari 22 kabupaten/kota se-NTT secara daring.
Sosialisasi tersebut menargetkan 2.500 peserta, dengan alokasi 100 pelaku dan calon pelaku UMKM di setiap kabupaten/kota. Namun, berdasarkan data pendaftaran melalui i-KTP, jumlah peserta secara keseluruhan mencapai sekitar 2.800 orang.
Di Kabupaten Alor, jumlah peserta terdaftar mencapai 162 orang dari target 100 peserta. Sekitar 150 orang hadir mengikuti sosialisasi yang berlangsung di Aula DPD Partai Golkar Kabupaten Alor.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Alor, Aksa Yuniorita Blegur yang akrab disapa Nita, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
“Target kami 100 per kabupaten, tetapi khusus Alor yang terdaftar 162 orang. Ini menunjukkan animo masyarakat cukup tinggi,” ujar Nita kepada rri.co.id.
Menurut Nita, sosialisasi tidak hanya menyasar pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha, tetapi juga calon pengusaha, terutama generasi muda. KUR dinilai dapat menjadi salah satu pilihan permodalan untuk mengembangkan usaha sekaligus membuka peluang kerja.
Namun, tingginya minat tersebut masih dihadapkan pada persoalan kesiapan administrasi. Dalam sosialisasi ditemukan sejumlah pelaku usaha yang telah menjalankan usahanya selama bertahun-tahun, tetapi belum memiliki legalitas seperti Surat Keterangan Usaha (SKU) dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Banyak yang sudah berusaha belasan tahun, tetapi belum memiliki SKU atau NIB. Padahal, itu menjadi bagian dari persyaratan untuk mengakses pembiayaan,” katanya.
Ia menjelaskan, Bank NTT menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp350 miliar sepanjang 2026. Namun hingga saat ini, realisasinya baru mencapai sekitar Rp20 miliar. Dari alokasi tersebut, Rp50 miliar diperuntukkan bagi KUR pekerja migran, sedangkan sisanya untuk KUR umum.
Menurut Nita, masih rendahnya realisasi penyaluran tersebut menunjukkan ruang bagi masyarakat untuk mengakses pembiayaan masih terbuka. Karena itu, sosialisasi diperlukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui adanya dana KUR, tetapi juga memahami persyaratan dan menyiapkan legalitas usaha sebelum mengajukan pembiayaan.
Dalam proses pengajuan KUR di Kabupaten Alor, sebanyak 62 peserta telah disampaikan kepada Bank NTT untuk menjalani verifikasi. Dari jumlah tersebut, 48 peserta dinyatakan lolos pada tahap awal, kemudian 32 peserta melanjutkan ke tahap berikutnya. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengecekan SLIK dan OJK, sebanyak 16 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti verifikasi lapangan.
“Pendaftaran baru dua hari, tetapi sudah ada 16 orang yang lolos tahap administrasi. Tinggal verifikasi lapangan,” kata Nita.
Sementara itu, sekitar 100 peserta lainnya akan kembali disampaikan kepada Bank NTT untuk diproses sesuai ketentuan. Kehadiran Bank NTT Cabang Kalabahi dalam sosialisasi secara langsung di Aula DPD Partai Golkar Kabupaten Alor dinilai memudahkan masyarakat memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pembiayaan dan persyaratan KUR.
Nita meminta masyarakat yang berminat memanfaatkan KUR segera melengkapi legalitas usaha, sekaligus menghitung kebutuhan modal dan kemampuan pengembalian pinjaman secara matang. Menurutnya, modal yang cukup harus diikuti perencanaan usaha yang jelas agar pembiayaan benar-benar mampu mempercepat pertumbuhan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, dan mendorong UMKM di Kabupaten Alor tumbuh lebih mandiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....