E-Commerce Buka Peluang Usaha bagi Generasi Muda dengan Modal Terbatas
- 30 Sep 2026 21:01 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Perkembangan e-commerce memberikan peluang bagi generasi muda untuk memulai usaha tanpa harus menyediakan modal dalam jumlah besar. Namun, sebelum memulai bisnis secara daring, calon pelaku usaha perlu memahami produk, target pasar, serta kemampuan literasi digital.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana, Siprianus G. Tefa, SE, M.Si, CRP, mengatakan kebutuhan modal dalam memulai bisnis melalui e-commerce sangat bergantung pada jenis produk maupun model usaha yang dipilih. Menurutnya, pelaku usaha perlu terlebih dahulu menentukan produk yang akan dijual dan menyiapkan kemampuan untuk memasarkan produk melalui platform digital.
“Pertama modal untuk memulai bisnis, kemudian berarti kan pilihan bisnis apa yang harus dijual melalui e-commerce maupun secara konvensional itu memang perlu jelas,” ujar Sipri kepada RRI Atambua, Sabtu, 26 September 2026.
Ia menjelaskan, literasi digital menjadi salah satu kemampuan penting bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan e-commerce. Tidak cukup hanya mengunduh aplikasi, pelaku usaha juga harus mampu membuat akun, mengelola toko, serta memahami cara menjual produk melalui platform yang tersedia.
Berdasarkan pengalamannya saat pendampingan kelompok usaha di Pulau Ndao, menunjukkan bahwa digital marketing dapat membantu mengintegrasikan produk masyarakat ke dalam platform e-commerce. Ia menyebut Shopee sebagai salah satu platform yang banyak digunakan, sementara TikTok juga dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas penjualan secara langsung.
“Yang pertama produknya mesti jelas, kemudian target pasarnya mesti jelas, kemudian literasi digital. Kalau misalnya kita mau sebagai reseller atau sub-agent dari produk-produk itu kita tidak butuh modal yang besar," ” kata Sipri.
Lebih lanjut, peluang usaha melalui e-commerce tidak hanya terbatas pada produk fashion, makanan, maupun kosmetik. Generasi muda juga dapat memanfaatkan sektor jasa, seperti menjadi agen atau sub-agen perjalanan, mengintegrasikan layanan wisata, serta memasarkan produk hotel atau homestay melalui platform digital.
Ia menambahkan, model reseller atau sub-agent dapat menjadi pilihan bagi pemula karena memungkinkan seseorang memasarkan produk yang sudah dikenal tanpa harus memiliki produk sendiri dalam jumlah besar. Namun, calon pelaku usaha tetap perlu berhati-hati terhadap tawaran bisnis digital, terutama yang meminta biaya investasi atau uang muka.
Ia mengingatkan masyarakat untuk memastikan legalitas dan pengawasan resmi terhadap platform atau model bisnis yang ditawarkan agar terhindar dari penipuan dan kejahatan siber.»
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....