Atasi Kekeringan Mobil Tangki Perumda Air Minum Belu Layani Masyarakat Pelanggan

  • 19 Agt 2026 15:55 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Memasuki musim kemarau, permintaan masyarakat terhadap layanan air bersih menggunakan mobil tangki di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mulai meningkat. Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas kendaraan tangki air yang hilir mudik melakukan pengisian air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pantauan rri.co.id, Selasa, 18 Agustus 2026, di sekitar sumber air Lalosuk, Desa Manleten, Kabupaten Belu, sejumlah kendaraan tangki terlihat antre dan bergantian melakukan pengisian air bersih. Air yang diangkut kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama pelanggan yang mengalami kendala pada jalur distribusi air bersih.

Salah seorang sopir mobil tangki air, Kristo, mengatakan dalam sehari permintaan layanan dari masyarakat dapat mencapai belasan rumah tangga. Namun, akibat debit sumber air yang mulai menurun selama musim kemarau, pihaknya hanya mampu memenuhi sekitar enam hingga tujuh permintaan setiap hari.

Menurut Kristo, berkurangnya debit air membuat proses pengisian tangki membutuhkan waktu lebih lama. Kondisi tersebut berdampak pada jumlah pelanggan yang dapat dilayani dalam sehari. Permintaan yang belum terlayani akan dilanjutkan pada hari berikutnya.

"Satu hari layani palingan enam sampai tujuh pemesan karena debit air berkurang, tidak bisa semua terlayani sehari," kata Kristo, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pelayanan mobil tangki air umumnya dimulai sejak pukul 08.00 WITA hingga pukul 16.00 WITA. Namun, apabila jumlah permintaan masyarakat cukup banyak, pelayanan dapat berlangsung hingga malam hari.

"Layani mulai jam 08.00 WITA sampai pukul 16.00 WITA, terkadang bisa sampai malam kalau permintaan banyak," ujarnya.

Mobil tangki operasional milik pemerintah yang dikelola Perumda Air Minum Kabupaten Belu secara khusus dimanfaatkan untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan atau hambatan distribusi air bersih melalui jaringan perpipaan.

Dari sisi tarif, layanan mobil tangki yang dikelola Perumda Air Minum Belu relatif lebih murah dibandingkan layanan mobil tangki umum. Untuk satu tangki, masyarakat dikenakan tarif sekitar Rp80 ribu, sementara layanan mobil tangki umum berada di kisaran Rp100 ribu atau lebih, tergantung jarak tempuh dan lokasi pengantaran.

Peningkatan permintaan layanan ini menjadi salah satu gambaran dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih di wilayah Kabupaten Belu. Selain meningkatkan kebutuhan masyarakat, penurunan debit sumber air juga berpengaruh terhadap kecepatan pelayanan distribusi menggunakan mobil tangki.

Perumda Air Minum Kabupaten Belu memastikan pengaduan masyarakat pelanggan yang mengalami hambatan distribusi air tetap dilayani melalui layanan mobil tangki. Masyarakat dapat melakukan pemesanan dengan mendaftarkan kebutuhan di kantor Perumda Air Minum Belu maupun menghubungi nomor kontak sopir mobil tangki.

Dengan meningkatnya permintaan selama musim kemarau, masyarakat diimbau melakukan pemesanan lebih awal agar kebutuhan air bersih dapat dijadwalkan sesuai kapasitas pelayanan dan kondisi debit sumber air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....