Usaha Berbasis Makanan dan Kosmetik Sudah Ada Standarnya

  • 02 Agt 2026 08:23 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Usaha berbasis makanan dan kosmetik pada dasarnya sudah memiliki standar yang jelas dan wajib dipatuhi oleh setiap pelaku usaha. Hal ini ditegaskan Yumince Solaiman Pinat,S.Th.,CLC, Marketing Trainer UMKM dalam program Ekonomi Digital RRI Atambua, Jumat 31 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa untuk produk makanan maupun kosmetik, pelaku usaha harus memenuhi ketentuan dari BPOM sebagai lembaga pengawas resmi. Pengawasan tersebut bukan hanya pada hasil akhir produk, tetapi juga mencakup keseluruhan proses kerja produksi yang dijalankan secara konsisten.

Menurutnya, BPOM lebih menitikberatkan pada cara kerja yang baik sebagai indikator utama terjaganya kualitas produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha. “Yang diteliti dan dipantau oleh BPOM itu adalah cara kerja kita, karena cara kerja yang baik menunjukkan kualitas produk terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa setiap pelaku usaha harus memiliki administrasi yang lengkap, termasuk SOP dan dokumen pendukung lainnya. SOP tersebut menjadi acuan penting agar proses produksi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan sejak awal usaha dibangun.

Selain itu, pelaku usaha juga wajib memiliki standar kualitas produk yang jelas, misalnya spesifikasi bahan dan hasil akhir seperti minyak kemiri murni. “Kalau kita bilang minyak kemiri murni, tetapi dalam prosesnya dicampur, maka kita tidak bisa klaim murni,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa BPOM tidak secara langsung menilai kualitas produk, tetapi memastikan informasi yang disampaikan kepada konsumen tidak menyesatkan. Dengan demikian, apa yang dijanjikan dalam promosi harus sesuai dengan kenyataan produk yang diterima oleh masyarakat sebagai konsumen.

Dalam konteks bisnis modern, Yumince menilai bahwa kepercayaan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan produk di pasar yang semakin kompetitif. “Hari ini orang tidak lagi membeli produk semata, tetapi membeli kepercayaan, kualitas, kenyamanan, dan kesehatan,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya ketelusuran produk melalui transparansi proses produksi, bahkan hingga membuka rumah produksi agar konsumen dapat melihat langsung prosesnya. Hal ini dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha.

Selain kualitas produk, hubungan dengan pelanggan juga menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Pelaku usaha didorong aktif melakukan komunikasi, termasuk menanyakan pengalaman penggunaan produk sebagai bagian dari pelayanan pelanggan.

Menurutnya, testimoni pelanggan menjadi bukti nyata kualitas produk sekaligus membangun relasi yang kuat antara produsen dan konsumen. “Yang mau dicapai adalah relasi, kita punya ikatan dengan orang melalui produk dan bisa menolong meskipun tidak saling mengenal,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan usaha harus menjadi perhatian, agar tidak hanya booming di awal tetapi kemudian sulit ditemukan di pasar. Konsistensi kualitas, ketersediaan produk, dan komitmen terhadap standar menjadi kunci agar usaha tetap bertahan dan berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....