Fotografi Atoin Meto TTS, Karya Adalah Cermin Identitas
- 16 Jun 2026 07:30 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID,Atambua - Seni fotografi dan desain dirancang dari dalam ke luar agar mampu berbicara langsung kepada siapa saja yang melihatnya. Demikian disampaikan Heppi Hun, pendiri Fotografi Atoin Meto Soe, kepada rri.co.id, Minggu 14 Juni 2026.
Studio foto yang berlokasi di ibu kota kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)-NTT ini, menekankan desain visual estetik. Karyanya bercerita melalui gabungan warisan budaya Timor dengan sentuhan modern.
Setiap karyanya dirancang untuk bercerita, membangun koneksi, dan menyampaikan pesan mendalam kepada audiens secara natural. Menurut foundernya, Heppi Atoin Meto, karya harus mencerminkan identitas, emosi dan sejarah personal klien.
"Sehingga setiap potret bukan sekadar foto, melainkan narasi visual yang otentik dan bermakna tentang kisah hidup Anda. Konsep fotografi dan desain visual estetik dari Studio kami menekankan bahwa setiap karya visual harus menjadi media bercerita (visual story telling)," tuturnya.
Lanjutnya sebuah foto mencerminkan identitas, emosi dan keunikan personal Anda secara otentik. Melalui pendekatan yang diusung oleh sang founder Heppy, visual tidak sekadar dibuat untuk terlihat indah di permukaan.
Esensi Fotografi & Desain Visual Atoin Meto berfokus pada empat pilar utama yaitu identitas budaya, estetika bercerita, sentuhan personal, dan kualitas sinematik. ‘’Konsep ini mengangkat kearifan lokal, menyampaikan pesan emosional terdalam, mengarahkan ekspresi, serta menghadirkan visual yang elegan,’’ ucap Heppi.
Menemukan cerita utama seperti yang ditekankan oleh Heppi sangat penting untuk membangun representasi diri yang kuat. ’’Konsep representasi diri ini berpusat pada identitas personal, alur narasi, dan keaslian untuk menciptakan karya visual maupun personal branding yang bermakna,’’katanya.
Harapan dari Heppy menjadikan setiap karya fotografi bukan sekadar gambar visual mati, melainkan sebuah media penuturan cerita /narasi yang hidup.
‘’Kami berkomitmen untuk terus mengangkat identitas personal, emosi terdalam,serta kekayaan kearifan budaya lokal suku Atoin Meto (etnis Dawan) agar tetap lestari dan dikenal luas melalui lensa modern,’’ungkap Heppy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....