PT Blue Steel Industries akan Produksi Garam Industri di TTU dan Investasi 1,5 Trili

  • 09 Jun 2026 07:09 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Kabar menggembirakan bagi Kabupaten TTU, karena Bupati Yosep Falentinus Dellasale Kebo, telah menggandeng investor asal Batam, PT Blue Steel Industries untuk investasi garam. Total nilai investasi tersebut mencapai Rp 1, 5 triliun untuk pengolahan garam dengan luas mencapai 1000 hektar di wilayah pantai utara. Hal ini disampaikan oleh Plh Kadis Perikanan, Drs. Yohanes Sanak, saat diwawancarai awak media di ruangannya pada Jumat 5 Juni 2026.

Menurut Yohanes bahwa, setelah selesai penandatanganan PKS di Batam maka tim dari PT Blue Steel Industries, telah mendatangi TTU dan melakukan survei. Tim dari perusahaan tersebut bersama Pemda TTU melakukan survei di beberapa lokasi seperti Oelbubun, Oefatu, Oemanu (Bibhaef), Desa Ponu dan Faularan. Sejumlah wilayah tersebut setelah dilihat ternyata hamparannya cukup luas untuk pengembangan industri garam", ujar mantan Kabag Tatapem ini.

Setelah melakukan survei, PT Blue Steel Industries mengirim ahli salinasi dari Universitas Trunojoyo Madura, sebanyak 2 orang Profesor ahli pergaraman. Para ahli itu meriset air laut, kelembaban udara dan suhu panas di wilayah pantai utara TTU. Fokus utama riset itu adalah kepekatan air laut TTU atau kadar garam

"Berdasarkan pengujian salinitas air laut di lokasi Temkuna menunjukkan angka yang sangat menjanjikan yakni 5. Jauh lebih baik dari kadar garam di Malaka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Sumba dan Madura yang hanya memiliki Salinitas pada angka 3 hingga 3,5. Bahkan pada wilayah Oesoko dan Oelbubun angka salinitas mencapai 6. Sehingga ini menunjukan bahwa kadar garam TTU lebih menjanjikan dibandingkan dengan daerah lain", ujar Sekretaris Baperida TTU ini.

Lebih jauh kata Yohanes bahwa, berdasarkan hasil riset Profesor. Dr. Makhfud Efendy, S.PI.,M.Si, ternyata kadar garam TTU memiliki keunggulan. Karena kelembaban udara, suhu panas dan kepekatan air laut sangat baik. Karena hasil uji coba pembuatan garam dengan ukuran hanya 15x50 meter mampu memproduksi garam sebanyak 16 ton.

"Hasil penelitian terbaru, kadar "NaCl" (Natrium Klorida) di wilayah pantai utara TTU mencapai 98,84 persen. Angka ini melampaui rata-rata standar garam daerah lain dan sangat dibutuhkan untuk menyuplai sektor industri dalam negeri. Karena garam industri yang dicari paling rendah NaCl 98 persen dan TTU melampaui standar tersebut", kata Yohanes.

Saat ini, Pemda TTU diminta supaya menyiapkan data kepemilikan lahan garam di Pantura by name by address. Dinas Perikanan TTU sudah mendapatkan data pemilik lahan garam, alamat disertai luas lahan sehingga hasil rekapannya mencapai 1000 orang dengan ukuran berbeda-beda.

"Berdasarkan PKS saat di Batam itu, masyarakat wilayah pantai utara sebagai para pemilik lahan garam akan mendapatkan 3 manfaat saat PT Blue Steel Industries mulai beroperasi. Manfaat yang didapat pemilik lahan garam yakni bagi hasil, tenaga kerja dan CSR. Sehingga anak-anak para pemilik lahan mendapatkan bantuan biaya pendidikan hingga S1 maupun S2, karena itu permintaan pak Bupati Falent saat penandatanganan PKS", ujar Yohanes (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....