Penyuluh, Cabai Rontok Buah Stop Pestisida Berlebihan
- 02 Feb 2026 15:00 WIB
- Atambua
RRI.CI.ID, Atambua - Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Belu Dorkas Mulle mengatakan rontok buah pada pertanaman cabai di lahan garapan petani tidak saja disebabkan lalat buah bisa juga disebabkan fungi atau jamur.
Ia menungkapkan tanam di luar musim mengakibatkan pertanaman cabai mudah mengalami rontok buah. Saat musim penghujan hama penyakit berupa lalat buang seringkali menyerang pertanaman cabai sehingga mengalami rontok buah. Selain itu bisa juga disebabkan jamur untuk pengendalian direkomendasikan penyemprotan pestisida.
Ia menganjurkan kepada petani, tidak serta merta menggunakan obat pestisida di awal terserang penyakit. Apabila mengharuskan penggunaan pestisida pun harus secara bijaksana.
Ia menjelaskan, pestisida memiliki residu setelah penyemprotan sisa endapan bahan kimia tertinggal pada tanaman bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia. Seperti pada pertanaman cabai minimal penyemprotan sudah stop dilakukan dua pekan sebelum masa panen, sebab apabila tidak cukup berbahaya bagi kesehatan saat mengkonsumsi.
“Paling tidak dua minggu sebelum panen sudah tidak lagi lakukan penyemprotan pestisida. Air hujan bisa ikut mencuci membersihkan pertanaman buah cabai dari residu yang ada,” kata Dorkas saat disambangi rri.co.id Senin 2 Februari 2026.
Sementara untuk memperoleh hasil panen maksimal ia mengannjurkan petani untuk menggunakan plastik mulsa. Hal ini dikarenakan lebih aman dari serangan hama penyakit.
Biasanya tanam di saat musim penghujan banyak tumbuh gulma. Berupa rerumputan ilalang apabila kurang dibersihkan tempat bersarang hama penyakit tanaman.
“Pakai mulsa lebih aman untuk tanaman. Biasanya rumput tumbuh diantara tanaman dan kurang dibersihkan, menjadi tanaman inang, hama berkembang biak muda menyerang tanaman yang kita tanam seperti cabai,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....