Harga Komiditi Pertanian di Belu Anjlok Petani Merugi
- 15 Jan 2026 11:38 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID. Atambua - Penjualan komoditi hasil pertanian di Kabupaten Belu-NTT, seringkali masih juga diperhadapkan sulitnya harga pasar menjanjikan. Masa panen tiba seringkali harga jual komoditi pertanian anjlok, menyebabkan petani pun merugi.
Padahal di setiap musim tanam warga tani menggarap lahan persawahan, lahan komoditi holtikultura sayuran mengeluarkan biaya besar, namun tidak sebanding pendapatan dari jualan hasil panen.
Pas masa panen biasanya harga pasar anjlok dan susah dikendalikan kondisi yang sama sekali tidak berpihak kepada petani.
| Baca juga: Harga Bawang di Belu Melambung Tinggi |
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu Wendelinus Meak kepada RRI.CO.ID mengatakan, produksi panen petani harga jual rendah, otomatis tidak menutup pengeluaran.
"Musim panen biasanya harga anjlok sulit kendalikan pasar, jual harga di bawah otomatis tidak sebanding pengeluaran petani rugi," kata Wendelinus Kamis 9 Januari 2026.
Ia menyebut kondisi yang terjadi petani susah untuk kembali memulai usaha.
"Mau modal dari mana lagi karena mengharapkan panen ambil keuntungan," ucapnya.
Ia mencontohkan komoditi tomat, masa tanam membutuhkan biaya besar berkisar Rp.15 juta hingga Rp.20 juta untuk cakupan pertanaman 10 ribu pohon. Masa panen harga baik petani bisa memperoleh untung, namun apabila anjlok harga jual, warga tani pun merugi berimbas tidak berdaya memulai lagi usaha tani.
"Hitungan kalah judi memulai kecuali ada subsidi atau kerjasama petani lain," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....