Penginapan di Perbatasan Tidak Bisa Andalkan Penjualan Fasilitas
- 19 Des 2025 16:43 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua : Industri penginapan di wilayah perbatasan kini tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan fasilitas kamar semata. Di era ekonomi pengalaman, tamu yang datang jauh-jauh ke perbatasan mencari sesuatu yang unik dan autentik.
"Hal ini menuntut para pemilik penginapan untuk lebih kreatif dalam mengemas potensi lokal yang ada di sekitarnya menjadi sebuah daya tarik yang bernilai tinggi," hal ini disampaikan Jacob Panie, SE, kepada rri.co.id, Jumat ( 19/12/25).
Nilai tambah ekonomi akan tercipta ketika ada sentuhan kreativitas dalam pelayanan. Sebuah penginapan harus mampu menjual narasi budaya dan keindahan alam perbatasan sebagai satu paket wisata.
Dengan demikian, harga yang dibayarkan tamu bukan lagi untuk sekadar tempat tidur. Melainkan untuk pengalaman hidup yang tidak didapatkan di kota besar.
"Dalam kacamata ekonomi kreatif, pemilik penginapan harus berhenti berpikir hanya sebagai penyedia jasa sewa kamar. Mereka adalah sutradara dari pengalaman tamu. Nilai tambah itu lahir ketika Anda bisa menyajikan kopi lokal dengan cerita sejarahnya, atau dekorasi kamar yang mengangkat kearifan lokal Atambua," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa edukasi mengenai standarisasi layanan tetap menjadi kunci utama. Meski menjual konsep tradisional, kualitas pelayanan harus tetap memiliki standar global agar tamu internasional merasa nyaman.
"Sinkronisasi antara kearifan lokal dan profesionalisme layanan inilah yang akan membuat sebuah bisnis penginapan cepat naik kelas," ucapnya.
Dengan strategi yang tepat, penginapan di perbatasan bisa menjadi lokomotif ekonomi bagi warga sekitar. Jacob berharap para pelaku industri kreatif ini mulai menjalin kolaborasi dengan pengrajin dan pemandu wisata lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....