Terbuka Pasar Komoditi Tomat Atambua ke Timor Leste
- 30 Nov 2025 12:03 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Pangsa pasar komoditi tomat dari Atambua Kabupaten Belu ke Negara Timor Leste, masih cukup terbuka.
Peluang pemasaran komoditi pertanian tersebut cukup terbuka dikarenakan selalu ada permintaan .
Warga tani desa Umaklaran Belu memanfaatkan peluang yang ada dengan budidaya tomat 4 hingga lima kali tanam di lahan garapan setiap musim tanam.
Seperti dilakukan Yulius Maulahu warga desa Umaklaran Kecamatan Tasifeto Timur Belu, musim tanam 2024 lalu menanam hingga 3.500 bibit tomat.
Kepada rri.co.id, ia mengungkapkan untuk pemasaran selain ke pasar lokal kota Atambua juga ke Timor Leste.
Penjualan ke Timor Leste, tidak harus diantar, para pengepul biasanya datang langsung ke kebun membeli borongan. Per keranjang Rp450 ribu. Harga tersebut itu pun saat masa panen melimpah.
Apabila lewat masa panen, biasanya harga tomat lumayan berpihak ke petani di pasar lokal Atambua saja patokan harga hingga 650 ribu rupiah per keranjang.
"Jual ke Timor karena ada permintaan untuk buah tomat. Saat ini harga lumayan masih untung sedikit Rp.450 ribu per keranjang mereka borong," kata Yulius saat disambangi rri.co.id, Minggu (30/11/2025).
Pertanaman tomat yang terlihat di lahan saat ini, sudah masa panen merupakan tanam ke 2. Diperhadapkan serangan hama hasil panen kali ini terbilang kurang maksimal, palingan memperoleh belasan juta rupiah.
"Tiap tahun tanam beberapa kali mulai ujan juga pakai air kali kita siram. Untung lumayan tapi kali ini kurang baik karena hama juga hujan tidak menentu, hasil ada palingan belasan juta," ucapnya.
Padahal dibandingkan hasil panen tahun sebelumnya, omset penjualan buah tomat baik ke pasar lokal Atambua juga ke Timor Leste berkisar Rp50 hingga Rp60 juta rupiah. (Ferdinand).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....