Strategi Tenun Insana Hadapi Persaingan Pasar

  • 22 Agt 2025 07:25 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Pelaku bisnis kain tenun khas Insana di TTU terus berinovasi dengan berbagai strategi agar produknya siap menghadapi persaingan pasar digital. Informasi disampaikan Asthii Naikteas owner tenunan khas Insana kepada rri.co.id, Kamis (21/8/2025).

"Penerapan strategi bersaing yang kami lakukan dengan menciptakan biaya produksi yang rendah, melalui produksi dengan skala besar, kami juga melakukan pengurangan biaya overhead. Tapi lebih menonjolkan kualitas bahan baku, jaga persediaan bahan baku dengan membeli pada supplier langganan dan memperkecil margin profit untuk menekan harga jual," ujarnya.

Sementara untuk strategi diferensiasi pelaku usaha tenun khas Insana terus menciptakan keunikan pada produk yang berbeda antar pelaku usaha. "Karena uniknya tenun Insana dari segi warna, motif, dan bentuk, jadi kita harus berikan respon cepat pelayanan yang baik offline atau online dengan memberikan promosi berupa potongan harga dan pemberian bonus kepada pelanggan," tuturnya.

"Kami juga terus berinovasi dengan hasil tenunan menjadi jaket, dan produk fashion lainnya. Karena banyak minat dipasaran motif tenun bunak premium, ini untuk menarik minat pelanggan," kata Asthii.

"Contoh kami pasarkan hasil olahan tenun seperti jacket untuk ukuran size M kami jual 400 ribu rupiah. Sedangkan untuk ukuran L, X dan XL bahkan ukuran jumbo tarifnya mulai dari 450 ribu rupiah," ucapnya.

Strategi tenunan khas Insana yang terakhir yaitu strategi pemasaran fokus pada pasar digital. " TikTok, Facebook dan platform pasar digital lainnya kami fokus juga tapi pasar tetap dijalankan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....