Pengarusutamaan Gender Perempuan dan Kemandirian Ekonomi
- 05 Agt 2025 17:40 WIB
- Atambua
KBRN, Alor:Upaya pengarusutamaan gender kini semakin mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan di berbagai sektor, termasuk dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Di Kabupaten Alor, langkah-langkah konkret mulai terlihat melalui program pemberdayaan, pelatihan kewirausahaan, serta peningkatan akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi.
Nur Lailatin Azizah sang pemilik Nofita loundry alor seorang pelaku usaha laundry di Kalabahi, menjadi contoh perempuan yang berhasil membangun usaha mandiri. Ia menilai bahwa pengarusutamaan gender bukan hanya soal kesetaraan peran, tetapi juga bagaimana perempuan diberikan akses dan kesempatan yang sama untuk berkembang di bidang ekonomi.
“Perempuan punya potensi besar. Tapi tanpa akses modal, pelatihan, dan dukungan yang berkelanjutan, mereka sulit berkembang,” ucapnya saat dialog di studio produksi(Sp)alor, Selasa (5/8/2025).
Nur memengatakan, masih banyak perempuan di Alor yang ingin mandiri namun terkendala oleh minimnya keterampilan, beban ganda dalam rumah tangga, serta kurangnya wadah untuk mengembangkan usaha. Ia mendorong agar program pemerintah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi fokus pada pendampingan jangka panjang.
“Pemerintah daerah sendiri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menggelar sejumlah pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal, seperti menjahit, mengolah pangan, dan pemasaran digital. Komunitas perempuan juga semakin aktif membentuk kelompok usaha bersama untuk saling mendukung,”ujarnya.
Dengan penerapan pengarusutamaan gender yang konsisten, perempuan Alor diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah. Nur berharap ke depan, perempuan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai mitra sejajar dalam pembangunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....