Peluang Pasar Penjamin Keberlanjutan Usaha Peternakan

  • 08 Apr 2025 15:15 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Dalam berbisnis di bidang apapun butuh komitmen, perencanaan, dan membaca peluang pasar demi menjadi penjamin keberlanjutan usaha termasuk bidang peternakan. Hal ini disampaikan Helio Vicente peternak muda Haliwen, desa Kabuna kecamatan Kakuluk Mesak, kabupaten Belu, kepada rri.co.id, Selasa (8/4/2025).

"Awalnya keinginan usaha beternak karena hobi saja, tapi setelah lihat peluang pasar karena kebutuhan babi, cukup menjanjikan di kabupaten Belu dan daerah sekitarnya, saya bulatkan niat untuk memulai. Jalankan usaha harus memiliki prinsip selalu optimis dan banyak belajar karena bahan dasar pakan kita berlimpah, sehingga sangat memudahkan peternakan organik kita terapkan," ujar Helio yang juga Alumni Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang itu.

Helio yang memulai usaha peternakannya 10 tahun lalu, dengan tekad dan komitmen sebagai salah satu penyedia daging dan bibit babi unggul di Belu. Dengan latar belakang pendidikannya, tentu tidak sulit bagi Helio wujudkan tekad usahanya bertumbuh menjadi peternakan yang menguntungkan.

"Selain ternak babi, saya juga merambah budidaya ayam broiler karena permintaan di pasar cukup stabil, ini juga peluang yang harus kita baca untuk berinvestasi kesana. Karena pada umumnya masyarakat NTT itu butuh daging hewan atau hewan itu sendiri sampai pada aspek sosial, seperti adanya kematian, acara pesta, acara adat pasti masyarakat butuhkan hewan-hewan ini," katanya.

Helio memilih beternak ayam pedaging dan pembibitan ternak babi sebagai ladang bisnisnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebab beternak baginya salah satu langkah dalam pengentasan kemiskinan ekstrim. Namun dia mengatakan analisa pasar yang tepat juga membantu peternak agar tidak kewalahan menyediakan pakan.

"Untuk ternak ayam maksimal 3500 ekor dan minimal 2500 ekor yang saya ternakan, kita harus jeli baca pasar atau kalender even sosial masyarakat pada bulan tertentu. Misalnya pada hari raya atau musim pesta target sekitar 3000 atau 4000 ekor ayam dan disaat sepi kita kurangi kapasitas bisa 2000 an ekor, sehingga tidak terkendala pakan dan pasaran," ujar Helio.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....