Yerem Latipu: Peternak Babi Harus Siap Hadapi Tantangan
- 04 Feb 2025 09:33 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua : Peternak babi di wilayah perbatasan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus bersiap menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Mulai dari ancaman virus ASF (African Swine Fever), ketersediaan dan pengolahan pakan, hingga pola pikir masyarakat terkait biosekuriti dan pakan bergizi, semuanya menjadi penghalang bagi perkembangan peternakan babi di daerah ini.
"Virus ASF masih menjadi momok bagi kami para peternak," ujar Yerem Latipu, Ketua Kelompok Tani Ternak Latipu Kabupaten Belu, saat ditemui rri.co.id, Senin, (03/02/25).
Selain virus ASF, tantangan lain yang dihadapi peternak adalah ketersediaan dan pengolahan pakan. Yerem menjelaskan bahwa harga pakan ternak di wilayah perbatasan cenderung mahal, sementara akses terhadap bahan baku pakan lokal masih terbatas. Hal ini memaksa peternak untuk mengandalkan pakan pabrikan yang harganya terus melambung.
"Kami juga masih berjuang untuk mengubah pola pikir masyarakat terkait biosekuriti dan pakan bergizi. Sebab masih banyak peternak yang belum memahami pentingnya menjaga kebersihan kandang dan memberikan pakan yang berkualitas bagi ternak mereka," tuturnya.
Yerem berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap permasalahan yang dihadapi peternak babi di wilayah perbatasan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan peternakan babi di daerah ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....