Budidaya Tanaman Pinang Tingkatkan Ekonomi Petani di Belu
- 11 Jan 2025 17:19 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Budidaya tanaman pinang, berdampak baik dalam peningkatan ekonomi serta banyak kegunaannya. Begitu disampaikan Yeremias Tes petani asal desa Baudaok, kecamatan Lasiolat kabupaten Belu, menanam pohon pinang baginya merupakan peluang usaha pertanian yang cukup menjanjikan.
"Pohon pinang yang ada sekarang hasil penanaman dari tahun 2012 sebanyak 125 pohon. Masih ada lagi tersebar dibeberapa kebun, dan sudah berbuah semua,juga masyarakat tani desa Baudaok kebanyakan memiliki tanaman pohon pinang dan juga sirih," kata Yeremias ketika perbincangan bersama rri.co.id, Sabtu (11/1/2025).
Petani itu mengaku dari hasil penjualan yang dilakukan saat cukup menjanjikan. "Kami jual di pasar tradisional seperti pasar Raman Lahurus, pasar Sekutren Haekesak, juga pasar Wedomu dengan harga berbeda, seperti pinang mentah 5 ribu pertumpuk, pinang kering 80 rupiah per kilogram," ujar Yeremias.
Lanjutnya waktu panen buah pinang dilakukan sebulan sekali, dengan hasil mencapai 100 hingga 200 kilogram. " Sekitar dua sampai tiga, bahkan empat karung isi kira-kira 100 kilogram. Kami berharap harga pinang kering ini, bisa stabil bahkan terus naik seperti tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 125 ribu rupiah per kilogram," ucapnya harapnya.
Dengan penghasilan yang diperolehnya dari penjualan buah pinang, dirinya dapat mencukupi kebutuhan keluarga. " Kalau hasil panen pinang stabil kami cukup legah. Soal perawatan pinang ini juga, tidak rumit dengan pemupukan berkala," tuturnya saat ditemui rri.co.id di kebunnya.
Dirinya bersyukur karena berkat penghasilan dari usaha buah pinang, dia dapat menutupi belanja kebutuhan rumah tangga. Bahkan dari hasil yang sama Yeremias peroleh modal untuk membuoa usaha lainnya sebagai tambahan penghasilan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....