International Rabies Taskforce Kenalkan Oral Vaksin-Rabies Pertama di-NTT
- 19 Sep 2025 15:46 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Internasional Rabies Taskforce bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkenalkan Oral Rabies Vaccination (ORV) atau Vaksin Oral Oral Pertama di Nusa Tenggara Timur dan kedua di Indonesia.
Pelatihan pemberian oral vaksin rabies pertama ini, dilakukan bagi 66 petugas Vaksinator Kabupaten Belu dan Malaka di Aula Hotel Nusantara II yang akan dilangsungkan dari tanggal 19-20 September 2025.
Direktur International Rabies Taskforce Andrew J. Beron menyampaikan kehadiran International Rabies Taskforce, Mission Rabies, Worldwide Veterinery Service bersama Persatuan Dokter Hewan Indonesi Cabang NTT di Kabupaten Belu untuk mengenalkan metode vaksin yang baru yakni vaksin oral atau Oral Rabies Vaccination (ORV).
Menurut Andrew Beron pemberian Vaksin Oral atau Rabies Vaccination (ORV) penting dikarenakan untuk mempermudah pelaksanaan vaksinasi khususnya untuk anjing yang sulit dipegang atau ditangkap atau diliarkan, dengan demikian cakupan vaksinasi rabies yang minimal mencapai 70% dari total populasi anjing dapat tercapai.
Ia menjabarkan untuk cara kerja ORV ini membuat umpan untuk HPR anjing dan menjadi mudah karena komposisi yang digunakan dari telur sehingga mudah menarik perhatian, ketika umpan dimakan, digigit, dan dikunyah, akan pecah dalam mukosa mulut dan beredar dalam tubuh hewan, sehingga terbentuk kekebalan tubuh berupa antibodi.
"Ini kali kedua kedua mengenalkan Vaksin Oral di Indonesia pertama di Bali namun hanya sebatas riset namun untuk penggunaan pertama atau penerapan vaksin oral pertama di lakukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya Kabupaten Belu dan Malaka," ucap Andrew Beron.
Lanjut Andrew Beron, pemilihan lokasi Kabupaten Belu dan Malaka karena berada di wilayah perbatasan sehingga lalu lintas penyebaran Hewan Penular Rabies menjadi perhatian serius.
Andrew Beron juga menegaskan metode vaksin oral tidak menggantikan vaksin suntik tapi ini merupakan pelengkap untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, khususnya anjing yang sulit dipegang atau ditangkap.
Langkah lanjutan untuk hasil dari pelatihan vaksinasi rabies akan terapkan di Wilayah Kabupaten Belu dan Malaka dengan dosis yang disediakan sebanyak 30.000 dosis vaksin oral atau Oral Rabies Vaccination (ORV).
Pihaknya optimistis metode ini, mampu mengurangi dan memutuskan rantai penyebaran penyakit rabies dan efektif untuk hewan agresif atau liar untuk keselamatan dan keamanan semua orang karena telah berhasil diterapkan di beberapa negara dengan penyakit endemis rabies. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....