HKTI Bersinergi dengan Petani TTU Supaya Membendung Produk Buah Dari Luar
- 05 Okt 2026 11:14 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI Timor Tengah Utara (TTU) hadir di kebun kelompok tani Bineno Nekmese Desa Inbate yang menanam semangka supaya mengawal penyerapan buah lokal ke program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini selaras dengan arahan pusat agar organisasi tani menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam menyukseskan program prioritas nasional.
Ketua DPC HKTI Kabupaten TTU, Kristo Haki saat diwawancarai awak media di Desa Inbate pada Jumat 2 Oktober 2026 menyampaikan bahwa pihaknya turun ke kebun bersama masyarakat dan petani, supaya mendorong agar petani memiliki hasil yang baik di bidang pertanian. Karena setelah melantik kami, pimpinan HKTI pusat yakni pak Sudaryono, mengharapkan supaya menjadi perpanjangan tangan presiden di bidang pertanian", ujar Kristo.
Menurut Kristo bahwa ia mendatangi Desa Inbate sekalian membawa pengusaha mudah (suplayer buah) yang selalu berkeliling pada setiap petani di TTU untuk membeli buah atau produk yang dihasilkan petani lokal. Berbagai buah yang dihasilkan petani langsung dibeli supaya dipasok ke dapur SPPG supaya mendukung program MBG. Sebab dapur SPPG yang beroperasi di TTU saat ini sebanyak 13 unit, sehingga kami ingin bersinergi dengan petani. Supaya semua hasil pertanian di TTU baik itu buah atau sayuran harus menopang program MBG", ujar anggota DPRD TTU ini.
"Sejak awal dapur SPPG yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selalu mendatangkan bahan baku (sayuran dan buah) dari luar TTU. Sehingga kami ingin membendung buah atau sayuran dari luar dan menyerap hasil lokal ke Dapur SPPG. Karena petani di TTU memiliki semangat bertanam seperti di Desa Inbate maupun desa lainnya. Kami juga mau agar setiap petani di tiap desa bisa menikmati program ini lewat cara bertanam", ujar Ketua DPC Gerindra TTU ini.
Ia menambahkan bahwa program MBG tidak boleh hanya dirasakan anak-anak di sekolah melalui ompreng, tetapi program MBG harus menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui pertanian.
Kondisi petani di Desa Inbate yang kesulitan air, maka HKTI TTU berkoordinasi dengan PPL, Pemerintah Daerah dan berbagai stakeholder yang ada supaya mengatasi kesulitan itu. Jadi khusus air, maka PPL di Kecamatan Bikomi Nilulat harus susun proposal supaya dibawa langsung ke pusat, sehingga perlu ada sebuah sumur bor di Inbate.
Selain air bersih, Kristo Haki juga merogoh kocek untuk memasang satu unit meteran listrik bagi kelompok tani Bineno Nekmese Desa Inbate. Jadi PPL di Kecamatan Bikomi Nilulat tinggal berkomunikasi dengan PLN Kefamenanu supaya memasang sebuah meteran listrik dengan daya 2.200 Volt Ampere
Sementara Camat Bikomi Nilulat, Melkianus Kono, S.STP sangat mengapresiasi langkah HKTI yang sangat perhatian terhadap kedaulatan pangan lokal TTU untuk program MBG. Pola rantai pasok buah terutama semangka yang diambil dari petani memastikan kebutuhan buah untuk program MBG di wilayah TTU dipenuhi oleh komoditas lokal. Sehingga meminimalkan ketergantungan dari luar daerah dan membendung pergerakan tengkulak yang kerap mempermainkan harga", ujar Melki.
"Proses pembelian buah semangka di kebun oleh HKTI sangat membantu petani karena tidak perlu mengeluarkan biaya angkut. Selain itu, hal ini juga baik karena ada stabilitas harga. Organisasi HKTI menjaga harga jual di tingkat petani tetap layak, salah satunya disesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di Kefamenanu demi menjamin keuntungan yang memuaskan bagi para petani lokal dan ini sangat penting", ujar Melki.
Mantan Camat Kota Kefamenanu ini menambahkan bahwa, pihaknya siap bersinergi dengan petani Inbate, Pol Subsektor Haumeniana maupun pasukan pengaman perbatasan (Satgas Pamtas RI-RDTL) di sektor Barat supaya mendukung para petani terus berproduksi. Karena HKTI TTU sudah menciptakan kepastian pasar sekaligus membuktikan bahwa petani daerah mampu menyokong penuh kebutuhan gizi nasional secara mandiri", ujar Melki (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....