Kemenag Alor Dorong Ekoteknologi Jadi Bagian Pendidikan Karakter Siswa
- 30 Sep 2026 20:46 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Kementerian Agama Kabupaten Alor mendorong penerapan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan melalui kegiatan yang bersifat aplikatif, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten Alor, Hadi Kammis, mengatakan penguatan karakter di madrasah tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi perlu diwujudkan melalui kebiasaan dan kegiatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Hadi, pendekatan tersebut merupakan bagian dari penerapan Kurikulum Cinta yang dikembangkan Kementerian Agama melalui sejumlah konsep yang mencakup nilai religius, sosial, kecintaan terhadap lingkungan, serta nasionalisme.
“Program khusus dari Kementerian Agama adalah Kurikulum Cinta melalui enam konsep. Tetapi sifatnya bukan teoritis, melainkan aplikatif di lapangan. Misalnya cinta kepada Tuhan diwujudkan dengan berdoa sebelum belajar,” kata Hadi. Selasa, 29 September 2026.
Ia menjelaskan, penerapan nilai sosial dapat dilakukan melalui kebiasaan saling membantu, menolong, tenggang rasa dan menghindari perundungan. Sementara di lingkungan masyarakat, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial.
Hadi menegaskan pembinaan karakter tidak hanya ditujukan kepada siswa, tetapi juga kepada guru karena pembentukan karakter peserta didik harus dimulai dari keteladanan pendidik.
“Untuk menghasilkan karakter siswa yang bagus, itu dimulai dari guru. Pembinaan karakter tidak hanya terjadi pada siswa, tetapi juga pada guru,” ujarnya.
Salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan adalah penerapan ekoteknologi kepada guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam melalui kegiatan menanam dan menghidupkan lingkungan dengan tanaman.
Hadi mengatakan penerapan nilai karakter melalui kegiatan nyata diharapkan membentuk kebiasaan positif peserta didik, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan.
Kemenag Alor mendorong agar penerapan pendidikan karakter terus dilakukan secara konsisten di madrasah dan sekolah melalui keteladanan guru, keterlibatan keluarga, serta kolaborasi dengan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....