Festival Seni Sastra Gali Bakat Siswa Kecamatan ATU

  • 21 Sep 2026 17:22 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor- Festival Lomba Seni dan Sastra tingkat Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU) menjadi wadah bagi pelajar untuk menggali dan mengembangkan minat serta bakat di bidang seni dan sastra.

Kegiatan tersebut berlangsung di SMP Kristen 4 Kalabahi pada Jumat 18 September 2026 dan diikuti tujuh satuan pendidikan di Kecamatan Alor Tengah Utara. Seleksi dilaksanakan selama satu hari, mulai pukul 08.00 hingga selesai

Kepada rri.co.id, Senin 21 September 2026, Kepala SMP Kristen 4 Kalabahi Antipas M. Adisa, S.Pd selaku tuan rumah kegiatan mengatakan, sebanyak 28 peserta mengikuti seleksi, terdiri atas 14 peserta kategori solo dan 14 peserta kategori puisi.

“Minat dan bakat anak-anak sebenarnya sudah ada dalam diri mereka sejak lahir. Persoalannya apakah kita mau menggali dan mengembangkannya atau tidak." ujarnya.

Peserta merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing sekolah setelah sebelumnya mengikuti seleksi di tingkat satuan pendidikan. Tujuh sekolah yang terlibat yakni UPTD SMP Negeri Manetwati, UPTD SMP Negeri Mainang, UPTD SMP Negeri Kafakbeka, UPTD SMP Negeri Atengmelang, UPTD SMP Negeri Likwatang, UPTD SMP Negeri Takalelang, dan SMP Kristen 4 Kalabahi.

Seleksi tingkat kecamatan ini dilakukan untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Kecamatan ATU pada Festival Lomba Seni dan Sastra tingkat Kabupaten Alor. Ia menjelaskan, juri dalam perlombaan ini berasal dari guru-guru yang memiliki kompetensi pada bidang yang dilombakan.

"Selain itu, khusus kategori solo, panitia juga melibatkan masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang seni. Sementara itu, lagu dan puisi yang digunakan dalam perlombaan telah ditentukan oleh pihak Kabupaten," ucapnya.

Untuk kategori solo terdapat lagu wajib dan lagu pilihan, sedangkan puisi juga telah ditentukan berdasarkan tema yang ditetapkan dari Kabupaten. Menurutnya, penggunaan lagu daerah dalam perlombaan juga memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

“Lagu-lagu daerah ini juga ditentukan oleh pihak kabupaten, sehingga hal-hal yang ada di masyarakat bisa diperkenalkan kepada anak-anak kita. Dengan begitu mereka bisa terbiasa menyanyikan dan mengetahui budaya daerah," katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kecamatan hingga kabupaten, sehingga minat dan bakat anak-anak di Kabupaten Alor dapat terus ditemukan dan dikembangkan. (ML)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....