World Cleanup Day, Beach Cleanup Kumpulkan 519 Kilogram Sampah di Pantai Bungawaru
- 21 Sep 2026 13:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Sebanyak 519 kilogram sampah dikumpulkan dari kawasan Pantai Bungawaru, Kelurahan Kalabahi Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, dalam aksi Beach Cleanup memperingati World Cleanup Day 2026, Sabtu 19 September 2026.
Aksi yang digelar Yayasan Nautika Indonesia Prakasa bersama Kelompok Aruna Muda itu berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WITA dengan melibatkan sekitar 50 peserta dari unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi lingkungan, komunitas, masyarakat, pemuda, dan sejumlah mitra.
Peserta berasal dari UPTD Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Alor, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor, Polres Alor, TNI AL (PosAL) Pulau Alor, Pemerintah Kecamatan Teluk Mutiara, Pemerintah Kelurahan Kalabahi Timur, WWF-Indonesia Site Alor, Thresher Shark Indonesia, PFON Alor, PFON Universitas Tribuana, Trash Hero Alor, UMKM Lipa Alor, RRI SP Alor, Aruna Muda dari lima kecamatan, CSA Nautika Dive Alor, serta Nautika Foundation Alor.
Para peserta menyisir kawasan pantai untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang area tersebut. Dari hasil pemilahan, sebanyak 215 kilogram masuk kategori limbah B3, 135 kilogram sampah anorganik, dan 169 kilogram sampah residu.
Limbah B3 yang ditemukan antara lain popok bayi, pembalut, dan limbah medis, sedangkan sampah anorganik didominasi material berbahan plastik. Peserta juga menemukan tumpukan popok bayi yang tertanam di dalam tanah dan membutuhkan alat khusus untuk mengangkatnya.
Temuan tersebut menunjukkan persoalan sampah di kawasan pesisir tidak hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga jenis sampah yang membutuhkan penanganan berbeda. Kondisi ini sekaligus menunjukkan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah sejak dari sumber.
Staf Lapangan Nautika Foundation, Amrozy Muharamin, mengatakan edukasi kepada masyarakat masih diperlukan karena dalam proses pemilahan sebagian peserta mengalami kesulitan membedakan jenis sampah.
“Ke depan, diperlukan koordinasi lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai di kawasan Pantai Bungawaru,” kata Amrozy.
Menurut Amrozy, keberadaan fasilitas pengelolaan sampah perlu diikuti edukasi agar sampah yang dihasilkan masyarakat dapat dipilah dan ditangani sesuai jenisnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah sampah kembali menumpuk di kawasan pantai.
Ia juga mendorong agar aksi bersih pantai dilakukan secara rutin. Pantai Bungawaru menjadi salah satu ruang yang sering dimanfaatkan masyarakat, khususnya anak muda, untuk berolahraga, bersepeda, dan berkumpul.
Setelah dikumpulkan dan dipilah, seluruh sampah diangkut menggunakan truk sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Alor. Sampah tersebut kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA untuk penanganan lebih lanjut.
Kegiatan ini sekaligus mendorong edukasi penerapan 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle, serta membangun kebiasaan memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak dari sumber. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah yang masuk ke kawasan pesisir dan laut.
Melalui momentum World Cleanup Day 2026, masyarakat diharapkan semakin sadar menjaga kebersihan Pantai Bungawaru dengan mengurangi sampah, memilahnya sejak dari sumber, dan tidak membuang sampah di kawasan pantai. Kolaborasi pemerintah, komunitas, pemuda, dan masyarakat juga diharapkan dapat berlanjut melalui aksi pembersihan secara rutin agar kawasan pesisir tetap bersih dan terawat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....