SMK Negeri 1 Atambua Dorong Lulusan Kuasai Konsep BMW

  • 21 Sep 2026 10:16 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Saat ini dunia Pendidikan kejuaran mengusung konsep “BMW” yang mencakup pilihan untuk Bekerja, Melanjutkan studi atau wirausaha secara mandiri. Demikian disampaikan Ferdinandus Luan, SE., M.Pd Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Atambua, kepada rri.co.id, Senin 21 September 2026.

Konsep dimaksud kemudian dijabarkannya dengan jelas dan dirinci kasek Ferdinandus Luan. “Jadi B itu bekerja, M itu melanjutkan studi, W itu wirausaha. Jadi lulusan SMK itu bisa langsung bekerja.”

  1. B – Bekerja
    • Lulusan memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian dan siap masuk dunia kerja.
    • Sekolah memperkuat keterampilan melalui praktik, PKL/magang, sertifikasi kompetensi, dan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.
    • Orientasinya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan, tetapi memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
  2. M – Melanjutkan
    • Lulusan SMK memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
    • Pilihannya dapat berupa perguruan tinggi, pendidikan vokasi, politeknik, kursus, atau sertifikasi keahlian lanjutan.
    • Kompetensi yang diperoleh di SMK menjadi dasar untuk memperdalam bidang yang diminati.
  3. W – Wirausaha
    • Lulusan didorong mampu menciptakan pekerjaan melalui usaha mandiri.
    • Pembelajaran dapat diarahkan pada produk kreatif, kewirausahaan, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan pengembangan usaha.
    • Siswa tidak hanya belajar menjadi pekerja, tetapi juga belajar melihat peluang dan menghasilkan produk atau jasa yang bernilai ekonomi.

Lanjut Ferdinandus Luan, lulusan pedidikan SMK tidak hanya dibuktikan dengan ijazah, namun setiap alumni diharapkan memiliki kemampuan menjawab tantangan dunia kerja atau melanjutkan pendidikan formal. “Karena itu kami pastikan setiap alumni kami sudah berkompeten di bidang keahliannya masing-masing saat lulus dari lembaga ini.”

“Maksud dari siap kerja apa artinya? Setiap lulusan SMK sudah dibekali dengan hard skill, dan soft skill. Hard skill itu didapat dari pengetahuan yang diberikan oleh guru melalui latihan-latihan, praktik, pembelajaran di kelas. Sementara kalau soft skill itu asalnya dari pribadi adik-adik semua,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....