TSI Perluas Mulok Konservasi Kelautan, 10 Sekolah Baru Siap Jadi Sekolah Mandiri
- 17 Sep 2026 12:59 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Thresher Shark Indonesia (TSI) terus memperluas Program Muatan Lokal (Mulok) Konservasi Kelautan di Kabupaten Alor dengan menggandeng 10 sekolah baru sebagai sekolah mandiri binaan. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TSI dan masing-masing sekolah di Aula Kopdit Citra Hidup Tribuana, Kalabahi, Selasa, 15 September 2026.
Penandatanganan PKS ini menjadi bentuk kesediaan sekolah untuk menerapkan pembelajaran konservasi kelautan di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan tersebut dihadiri perwakilan sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, pengawas pendidikan, serta tim TSI.
Program Mulok Konservasi Kelautan telah dikembangkan di Kabupaten Alor sejak 2022 melalui kerja sama TSI dengan pemerintah daerah. Hingga 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 30 sekolah, dengan tujuan memperkenalkan ekosistem pesisir dan laut serta menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.
Women Development Coordinator TSI, Laraswati Ola, mengatakan perluasan program tidak hanya diarahkan pada penambahan jumlah sekolah, tetapi juga peningkatan kemampuan sekolah dalam menjalankan pembelajaran secara mandiri.
“Sekolah yang mandiri diharapkan mampu menjadi pelaksana utama pembelajaran konservasi, sementara TSI tetap memberikan dukungan melalui pelatihan, materi pembelajaran, monitoring, dan evaluasi,” ujar Laraswati.
Melalui konsep sekolah mandiri, kepala sekolah dan guru memiliki peran lebih besar dalam mengelola pembelajaran konservasi di sekolah masing-masing. TSI tetap memberikan pendampingan sesuai kebutuhan serta memantau perkembangan pelaksanaan program.
Sementara itu, Koordinator Program Mulok Konservasi Kelautan TSI, Deven Malihing, menjelaskan pembelajaran program tersebut berfokus pada peserta didik kelas IV. Guru dan kepala sekolah menjadi pelaksana utama, sedangkan pendamping sekolah dari TSI memberikan dukungan dalam proses implementasi.
“Program ini bukan hanya tentang memberikan materi kepada siswa, tetapi juga bagaimana sekolah memiliki kapasitas untuk melanjutkan pembelajaran konservasi secara berkelanjutan,” kata Deven.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah memperoleh penjelasan mengenai penggunaan modul, pembagian materi, pelaksanaan pembelajaran, serta bentuk pendampingan TSI. Materi dapat disesuaikan dengan kondisi dan waktu masing-masing sekolah, dengan tetap mengacu pada materi yang telah disepakati.
Pembahasan juga mencakup keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendukung edukasi konservasi. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperluas pembelajaran konservasi dari lingkungan sekolah ke kehidupan sehari-hari peserta didik.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Sebastian Blegur, S.Kom., S.Si., MM., menyampaikan dukungan terhadap perluasan Program Mulok Konservasi Kelautan. Dinas Pendidikan berharap pembelajaran tersebut dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Alor.
“Dinas Pendidikan mendukung pengembangan pembelajaran konservasi kelautan agar terus diperluas ke berbagai sekolah di Kabupaten Alor sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pendidikan,” ujar Sebastian.
Setelah pemaparan dan diskusi, TSI meminta konfirmasi kesediaan sekolah untuk bergabung sebagai sekolah mandiri binaan. Kesepuluh sekolah menyatakan bersedia menerapkan Program Mulok Konservasi Kelautan dan kemudian menandatangani PKS dengan TSI.
Kesepuluh sekolah tersebut yakni UPTD SD Negeri Hombol, SD GMIT 02 Kalabahi, SD GMIT 006 OA, SD Katolik Santa Maria Kalabahi, UPTD SD Negeri Kenarilang, SD Islam Cokroaminoto 1 Kalabahi, UPTD SD Inpres Kalabahi Barat, UPTD SD Inpres Kampung Binongko, UPTD SD Inpres Bungawaru, dan SD GMIT 007 Kabola.
Selanjutnya, 10 sekolah tersebut akan mulai menerapkan Program Mulok Konservasi Kelautan dengan dukungan penguatan kapasitas guru dan penggunaan modul pembelajaran. TSI tetap memberikan pendampingan serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di masing-masing sekolah.
Bergabungnya 10 sekolah baru memperluas jejaring pendidikan konservasi kelautan di Kabupaten Alor. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta didik mengenai ekosistem pesisir dan laut serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....