DPRD Alor Dorong Wisma Raya Naik Kelas hingga Tingkat Nasional

  • 16 Sep 2026 14:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Pekan Wisma Raya II dan Festival Aladin Kabupaten Alor Tahun 2026 resmi ditutup di Lapangan Mini Kalabahi. Kegiatan yang berlangsung sejak 9 hinga 14 September 2026 tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif Kabupaten Alor.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor, Usman Plaikari, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Alor, khususnya Dinas Pariwisata, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Pekan Wisma Raya II dan Festival Aladin.

Menurut Usman, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi potensi daerah. Alor memiliki kekayaan laut, pulau-pulau, keanekaragaman budaya, tradisi, serta kreativitas masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.

“Pekan Wisma Raya II dan Festival Aladin bukan sekadar kegiatan hiburan. Ini adalah panggung besar untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Kabupaten Alor memiliki kekayaan alam, budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi yang luar biasa. Kekayaan tersebut harus kita kelola bukan hanya sebagai sesuatu yang kita banggakan, tetapi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Alor,” ujar Usman.

Usman menegaskan DPRD Kabupaten Alor berkomitmen mendukung pembangunan pariwisata berbasis kerakyatan melalui kebijakan anggaran dan regulasi. Ia bahkan mendorong agar dukungan anggaran untuk sektor pariwisata pada 2027 ditingkatkan sehingga pelaksanaan Wisma Raya III dapat dikembangkan dengan skala yang lebih luas.

Menurutnya, Wisma Raya III dapat diarahkan menjadi kegiatan yang memiliki jangkauan nasional, termasuk dengan menghadirkan pejabat pemerintah pusat. Ia juga mendorong agar Festival Aladin dapat dipertimbangkan masuk dalam kalender pariwisata nasional sebagai salah satu daya tarik wisata khas Kabupaten Alor.

Usman juga menyoroti pentingnya laut sebagai bagian utama dari kehidupan masyarakat Alor. Laut tidak hanya menjadi penghubung antarpulau, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian, kehidupan budaya, sejarah, pariwisata, dan masa depan ekonomi masyarakat. Karena itu, pembangunan pariwisata bahari harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian laut.

Ia turut memberikan perhatian terhadap keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif dalam kegiatan Wisma Raya II. Menurutnya, festival memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan makanan tradisional, kerajinan, karya seni, serta berbagai produk lokal kepada pengunjung.

“Di balik sebuah produk UMKM ada tangan-tangan masyarakat Alor yang bekerja. Ada ibu-ibu yang berusaha membantu ekonomi keluarga, anak-anak muda yang mencoba menciptakan lapangan pekerjaan, nelayan, petani, pengrajin, pedagang, dan pelaku usaha yang menggantungkan harapan pada usaha mereka. Karena itu, mari kita cintai, beli, dan promosikan produk masyarakat kita sendiri,” katanya.

Usman berharap Pekan Wisma Raya II dan Festival Aladin tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk mempromosikan Kabupaten Alor. Ia mengajak masyarakat menjadikan setiap produk, pertunjukan budaya, karya seni, dan keindahan alam sebagai bagian dari cerita serta promosi Alor kepada dunia.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persaudaraan dan lingkungan agar Alor tetap menjadi daerah yang nyaman, ramah, dan tenteram bagi wisatawan. Menurutnya, potensi daerah harus diubah menjadi prestasi, kreativitas menjadi peluang, dan pariwisata menjadi kesejahteraan masyarakat. Alor indah, Alor kaya, Alor berbudaya, dan Alor adalah rumah bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....