Wisma Raya II dan Festival Aladin 2026 Catat 35 Ribu Pengunjung

  • 16 Sep 2026 14:43 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Pekan Wisma Raya II dan Festival Aladin Kabupaten Alor Tahun 2026 resmi ditutup setelah rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 09 hingga 14 September 2026. Perhelatan dengan tema “Wisata Maju, Rakyat Sejahtera” tersebut menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Alor untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Penutupan kegiatan dihadiri jajaran pemerintah daerah, pelaku pariwisata, masyarakat, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah daerah menilai pelaksanaan Wisma Raya II dan Festival Aladin telah menunjukkan besarnya potensi pariwisata Alor apabila dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Marthen G. Maubeka, mengatakan Pemerintah Kabupaten Alor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati Alor yang tidak dapat menghadiri prosesi penutupan secara langsung karena menjalankan tugas kedinasan lainnya.

Menurut Marthen, pelaksanaan Wisma Raya II bukan hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah untuk mengoptimalkan potensi Tri Palawa, yakni sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Keterpaduan ketiga sektor tersebut dinilai mampu menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

“Pekan Wisma Raya II ini telah membuktikan komitmen bersama kita dalam menghidupkan pariwisata Alor sesuai dengan tema ‘Wisata Maju, Rakyat Sejahtera’. Pergelaran ini bukan sekadar panggung hiburan, tetapi merupakan ruang kolaborasi nyata untuk mengoptimalkan seluruh potensi Tri Palawa yang menjadi tiang penyangga utama ekonomi Bumi Nusa Kenari,” ujar Marthen.

Berdasarkan laporan panitia pelaksana, selama lima malam penyelenggaraan Wisma Raya II tercatat sekitar 25.000 hingga 35.000 orang mengunjungi rangkaian kegiatan. Jumlah tersebut mencakup masyarakat lokal dari 18 kecamatan, wisatawan domestik dari luar daerah, hingga wisatawan mancanegara yang datang untuk menyaksikan berbagai kegiatan, termasuk fenomena air laut dingin atau Aladin.

Tingginya jumlah kunjungan tersebut turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah mencatat perputaran ekonomi yang berasal dari transaksi UMKM, kuliner, serta aktivitas ekonomi lainnya di sejumlah kawasan, termasuk Desa Vita, Kota Kalabahi, dan Pasar Tradisional Alor Kecil, dengan estimasi nilai transaksi mencapai lebih dari Rp1,6 miliar.

Marthen menegaskan capaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi budaya dan kekayaan lokal dapat memberikan nilai tambah ekonomi apabila dikemas secara tepat. Namun, ia mengingatkan agar perkembangan pariwisata tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, termasuk kebersihan laut, terumbu karang, dan habitat alami yang menjadi aset utama pariwisata Alor.

“Keberhasilan besar yang kita raih pada malam hari ini tidak boleh membuat kita cepat berpuas diri. Setiap akhir dari sebuah pergelaran harus menjadi evaluasi untuk perbaikan. Karena itu, kita harus menyatukan langkah, menghilangkan ego sektoral, memperkuat komunikasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan agar wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik di Alor,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Alor selanjutnya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program pariwisata. Di antaranya percepatan penyusunan Calendar of Event Kabupaten Alor 2027, sinkronisasi anggaran lintas sektor untuk mendukung Tri Palawa, serta hilirisasi produk pertanian dan perikanan agar mampu memenuhi kebutuhan industri pariwisata. Pemerintah juga mendorong penguatan branding produk lokal seperti tenun ikat, kerajinan, kopi Alor, dan hasil laut agar memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar global.

Penutupan Wisma Raya II dan Festival Aladin 2026 sekaligus menjadi awal evaluasi menuju penyelenggaraan Wisma Raya III 2027, dengan harapan Alor semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang mampu memadukan kekayaan alam, budaya, ekonomi kreatif, dan prinsip pariwisata berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....