Penyediaan MCK Desa Leosama Belu Terhambat Pembangunan Dikarenakan Kendala Air
- 15 Sep 2026 19:46 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Penyediaan Kamar mandi Cuci Kakus (MCK) salah satu program Pemerintah Daerah Belu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) membantu masyarakat pedesaan. Salah satu lokasi intervensi program penyediaan MCK yakni di wilayah Desa Leosama Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu.
Penyediaan kamar mandi dan jamban sehat tersebut sehingga oleh masyarakat bisa menggunakan fasilitas yang ada tidak lagi mandi cuci kakus di sembarangan tempat. Selain itu turut pula merubah kebiasaan masyarakat untuk membangun pola hidup ke arah lebih sehat.
Sekretaris desa Leosama Servasius Koli dikonfirmasi mengatakan, tahun 2026 terdapat sebanyak 30 unit kamar mandi wc perbantuan pemerintah. Bantuan yang ada terbagi di 6 lokasi dusun desa setempat, salah satunya yakni di wilayah dusun Korbau.
Ia menjelaskan perbantuan fasilitas MCK merupakan alokasi bantuan secara bertahap. Dari 6 dusun desa setempat tahap pertama pembangunan di 3 dusun selanjutnya tahap ke dua bagi 3 dusun.
Pantauan rri.co.id fasilitas tersebut sementara dalam proses pembangunan dan sesuai perencanaan bisa rampung pekerjaan September 2026.Menjadi kendala pembangunan MCK menyangkut ketersediaan air.
Semisal di wilayah dusun Korbau diperhadapkan kendala air, pekerjaan tukang bisa dibilang tersendat-sendat. Dirinya pun tidak menampik persoalan yang terjadi di lapangan.
"Kendala air di Dusun Korbau, pihak kecamatan bantu juga dari desa tetapi kendala efisien anggaran semua terdampak. 2025 lalu Dinas PUPR lakukan pengeboran air bawah tanah, tetapi tidak dapat sumber air, ini kendala pekerjaan di lapangan," kata Servasius selasa 15 September 2026.
Nasus Bere salah satu penerima bantuan MCK dusun Korbau Belu mengeluhkan ketiadaan air untuk pekerjaan bangunan MCK yang Ia terima dari pemerintah.
Ia mengatakan untuk material bangunan berupa semen, batu pasir, seng, kayu balok untuk bangunan dan keramik lantai semuanya sudah didroping termasuk air untuk pengecoran.
Untuk bantuan air yang didroping terbatas menjadi kendala tukang tidak bisa standby bekerja.
"Air susah jadi kita mau panggil tukang juga sabar dulu. Saat mereka antar air untuk kerja bangunan MCK pas di fiber air ada, jadi hanya isi setengah saja, mau taruh di drum bilang tidak bisa, ya kerja setengah-setengah tunggu air," kata Kasus.
Padahal secara teknis pekerjaan bangunan sangat membutuhkan banyak air untuk campuran semen. Terjadi di lapangan untuk pembangunan MCK di wilayah dusun Korbau terhambat dikarenakan kekurangan ketersediaan air.
Kondisi yang terjadi di lapangan turut berimbas terhadap proses pembangunan MCK yang sedianya ditargetkan 3 bulan rampung pekerjaan, namun bisa dipastikan mandek tidak bisa tercapai sesuai target waktu ditentukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....