Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM dan Perkuat Pengawasan Penyalur

  • 31 Agt 2026 19:05 WIB
  •  Atambua

‎RRI.CO.ID.Atambua - PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan ketersediaan BBM, khususnya Pertalite, tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

‎Pertamina terus memantau kondisi stok dan penyaluran di SPBU untuk memastikan BBM bersubsidi dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Di Kabupaten Belu saat ini terdapat 7 SPBU Reguler dan 1 SPBU Kompak yang melayani kebutuhan BBM masyarakat.

‎Berdasarkan pemantauan pada 27 Agustus 2026, stok Pertalite masih tersedia di SPBU Reguler di Kabupaten Belu. Namun, di sejumlah SPBU terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang. Kondisi ini menjadi perhatian Pertamina karena berdasarkan pemantauan dan laporan di lapangan, terdapat kendaraan yang melakukan pembelian BBM secara berulang dan berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya. Pola pembelian tersebut berpotensi membuat antrean lebih panjang dan mengganggu pemerataan penyaluran BBM kepada masyarakat yang membutuhkan.

‎Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina telah melakukan pembinaan kepada sejumlah SPBU agar penyaluran BBM dilakukan sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Apabila dalam evaluasi ditemukan pelanggaran, Pertamina dapat memberikan tindakan, termasuk penghentian sementara pelayanan, sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan BBM sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran.

‎“Pertamina memastikan kebutuhan BBM masyarakat di Kabupaten Belu tetap menjadi perhatian kami. Stok Pertalite masih tersedia dan kami terus memantau penyalurannya di SPBU. Di saat yang sama, kami memperkuat pengawasan agar BBM bersubsidi dapat diterima masyarakat yang memang membutuhkan. Jika ditemukan pembelian berulang yang mengganggu pemerataan, kami akan mengambil tindakan sesuai ketentuan,” ujar Ahad. Senin 31 Agustus 2026.

‎Pertamina juga terus berkoordinasi dengan SPBU di Kabupaten Belu untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai SOP, termasuk tidak melayani kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian berulang atau pelangsiran.

‎Selain itu, Pertamina berkoordinasi dengan Fuel Terminal (FT) Atapupu untuk memastikan pasokan dapat diprioritaskan kepada SPBU yang membutuhkan, terutama apabila terdapat titik yang stoknya mulai terbatas. Ketersediaan BBM, termasuk Pertalite, Pertamax, Biosolar, dan Dexlite, juga terus dipantau secara berkala.

‎Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dan aparat penegak hukum (APH) guna mendukung penertiban kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian BBM secara berulang.

‎“Kami terus mengevaluasi kondisi di lapangan dan menyesuaikan penyaluran berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Kami berharap seluruh pihak dapat ikut menjaga agar penyaluran BBM bersubsidi berjalan tertib dan tepat sasaran, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan baik,” tambah Ahad.

‎Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Masyarakat juga diharapkan bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Informasi resmi mengenai produk dan layanan Pertamina dapat diperoleh melalui kanal resmi Pertamina.

‎Untuk informasi maupun menyampaikan laporan terkait produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....