Krisis Air Bersih, Jalan Rusak Persulit Kehidupan Warga Dusun Korbau Belu

  • 31 Agt 2026 17:12 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Warga dusun Korbau, Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu mengeluhkan betapa sulitnya memperoleh air bersih. Musim kemarau panjang ancaman kekeringan semakin memberatkan kehidupan warga, dikarenakan mengalami krisis air bersih.

Terdapat 1unit sumur gali dekat dengan perkampungan, selama ini oleh warga memanfaatkan untuk berbagai keperluan air minum, memasak, mandi cuci. Warga pun bisa dibilang cukup bergantung ketersediaan air yang ada.

Seiring memasuki kemarau panjang debit air sumur menurun drastis bahkan sampai mongering. Memenuhi kebutuhan hidup setiap hari warga pun harus menimba air jauh ke tengah hutan.

Warga Dusun Korbau Nasus Bere ditemui rri.co.id mengeluhkan sebegitu sulitnya memperoleh air bersih untuk kebutuhan hidup.

Ia mengatakan, kondisi kekeringan yang terjadi sudah berlangsung lama warga hanya bertahan dengan ketersediaan air di sumur atau pun menimba air jauh ke tengah hutan.

“Air bersih susah karena sumur hanya satu itu pun mulai berkurang kalau kemarau, kita kadang jalan jauh ke hutan cari air,” kata Nasus saat disambangi Minggu 30 Agustus 2026.

Saat ini perkampungan setempat belum tersambung perpipaan air minum dibangun pemerintah. Dinas PUPR Belu sempat melakukan pengeboran sumur artesis di tahun 2025 lalu. Pelaksanaan proyek di lapangan dikarenakan kendala teknis tidak memperoleh titik sumber air akhirnya proyek pengeboran di hentikan.

“Belum ada perpipaan air bersih dibangun pemerintah. PUPR Belu sempat lakukan pengeboran tetapi tidak dapat air, proyek kemudian dihentikan, tahun 2025 lalu,” ucapnya menambahkan.

Di tengah krisis air bersih kalau pun keperluan mendesak warga dusun terpaksa memesan layanan mobil tangki air itu pun harus merogoh kocek dalam. Harga jual air bersih per tangki untuk 1 reit lumayan mahal Rp250 ribu rupiah.

Warga dusun berpenghuni 28 kepala keluarga tersebut untuk bisa memperoleh akses layanan air bersih kian sulit dikarenakan akses jalan rusak ke perkampungan. Pasalnya akses jalan dari dusun Wehor Desa Kabuna Belu menuju perkampungan, saat ini dalam kondisi rusak berat, semakin memperparah keadaan.

Dikarenakan jalan rusak kebanyakan sopir tangki enggan untuk mengantar air. Terkadang pemesanan di batalkan kalau memungkinkan bisa sampai seminggu lebih baru dilayani.

“Mahal satu tangki Rp250 itu juga pesan lama baru antar. Masalah jalan rusak kadang sopir tidak mau, ada yang masuk sampai disini semingga begitu sudah pesan mobil tangka,” kata Nasus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....