Alor Catat Perkembangan Positif di Berbagai Sektor Pembangunan Daerah
- 27 Agt 2026 07:08 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Pemerintah Kabupaten Alor terus mendorong pembangunan daerah melalui berbagai sektor strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut mencakup ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata hingga pemberdayaan desa.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, mengatakan perkembangan ekonomi daerah menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 4,57 persen. Struktur ekonomi masih ditopang sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 31,90 persen, serta konsumsi rumah tangga yang mencapai 69,95 persen.
“Fokus utama kami adalah membangun pro-rakyat, pengurangan ketimpangan dan terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Rocky.
Dari sisi kesejahteraan, persentase penduduk miskin Kabupaten Alor turun dari 21,9 persen pada 2021 menjadi 18,29 persen pada 2025. Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 43,83 ribu jiwa menjadi 38,68 ribu jiwa dalam periode tersebut.
Tingkat pengangguran terbuka juga berada pada angka relatif rendah, yakni 2,27 persen atau sekitar 2.687 jiwa. Kondisi tersebut didukung aktivitas sektor pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan, akomodasi dan pariwisata yang terus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Di bidang pendidikan, angka harapan lama sekolah pada 2025 mencapai 12,59 tahun, sementara rata-rata lama sekolah mencapai 8,72 tahun. Angka melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP maupun SMP ke SMA/SMK juga telah mencapai 100 persen.
Namun, pemerintah masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah dalam sektor pendidikan, termasuk kondisi fasilitas sekolah, mutu pembelajaran, kualitas tenaga pendidik, penguatan teknologi pendidikan dan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Bidang kesehatan juga menjadi prioritas melalui penguatan fasilitas pelayanan dan peningkatan kualitas layanan masyarakat. Pemerintah melakukan pembangunan serta rehabilitasi fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, pustu, rumah dinas tenaga kesehatan dan sarana pendukung pelayanan lainnya.
“Kita terus memberikan perhatian serius kepada kesehatan ibu dan anak melalui penguatan pelayanan ibu hamil, kelas ibu hamil dan balita, kunjungan rumah serta pendampingan ibu hamil berisiko tinggi,” kata Rocky.
Upaya pencegahan stunting dilakukan melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal, pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan balita bermasalah gizi, penguatan posyandu dan gerakan pencegahan stunting. Pemerintah juga memperkuat Program Makan Bergizi Gratis yang pada 2026 telah menjangkau 27.886 penerima manfaat melalui sembilan SPPG.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah terus membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan akses terhadap pelayanan dasar. Pada 2025, akses air minum layak mencapai 89,17 persen, sanitasi 94,68 persen dan elektrifikasi 98,21 persen, disertai pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah di sejumlah desa.
Pemerintah juga menangani kebutuhan hunian masyarakat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Pada 2026, Kabupaten Alor memperoleh bantuan untuk 1.027 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 18 kecamatan dengan total dukungan anggaran Rp18,1 miliar.
Sektor pertanian terus diperkuat sebagai salah satu fondasi ekonomi masyarakat dengan pengembangan jagung, buah-buahan, kemiri, jambu mete, kelapa, kakao, kopi, cengkeh, vanili dan pinang. Produksi pertanian dan hortikultura meningkat menjadi 48.332 ton pada 2025, dari 47.118 ton pada tahun sebelumnya.
Di sektor peternakan, pemerintah mengembangkan peternakan rakyat melalui komoditas sapi, kambing, babi, ayam, bebek dan itik. Sementara sektor kelautan diperkuat melalui bantuan budidaya rumput laut kepada 35 kelompok, dengan produksi rumput laut mencapai 507 ton pada 2025.
Pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,14 persen pada 2025, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 4,57 persen. Jumlah wisatawan meningkat dari 20.767 orang pada 2023 menjadi 24.706 orang pada 2025, sehingga pemerintah mendorong agar kunjungan tersebut memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat lokal.
“Dengan spirit Alor Berkemas, kita bergerak bersama, membangun dengan hati, bekerja dengan tenaga, berpikir dengan ilmu dan melayani dengan ketulusan,” pungkas Rocky. Pemerintah berharap seluruh capaian tersebut menjadi dasar untuk memperkuat pembangunan desa, meningkatkan ekonomi lokal, memperluas lapangan kerja dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Alor secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....