Syakira Nazwa Ceritakan Pengalaman Jadi Pembawa Baki Paskibraka Alor

  • 26 Agt 2026 06:18 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Pengalaman pertama Syakira Nazwa sebagai pembawa baki Paskibraka Kabupaten Alor memberikan cerita tersendiri. Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Syakira karena mengajarkannya untuk lebih tenang, percaya diri, dan bertanggung jawab saat menjalankan tugas.

Syakira Nazwa, siswi SMA Negeri 1 Kalabahi, merupakan anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Alor yang mendapat kepercayaan sebagai pembawa baki pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah menjalankan tugas tersebut, ia mengenang pengalaman itu sebagai bagian penting dalam belajar menghadapi tanggung jawab di hadapan banyak orang.

Persiapan yang dijalani selama satu bulan lebih menjadi bekal bagi Syakira sebelum menjalankan tugas. Selain latihan baris-berbaris dan ketepatan gerakan, proses tersebut juga membentuk kedisiplinan dan kesiapan mentalnya sebagai anggota Paskibraka.

Meski sudah menjalani latihan, Syakira mengaku saat itu rasa gugup tetap muncul ketika pertama kali menjalankan tugas sebagai pembawa baki. Ia merasa khawatir melakukan kesalahan, terlebih harus membawa baki di hadapan banyak orang dan melewati tangga.

“Bagi saya, jadi pembawa baki ini pengalaman yang sangat berkesan, karena ini pertama kali saya mendapat tugas seperti ini. Waktu itu memang deg-degan, apalagi harus membawa baki di depan banyak orang dan melewati tangga. Tapi dari situ saya belajar untuk lebih tenang, percaya diri, dan bertanggung jawab,” ujar Syakira kepada rri.co.id, Senin, 24 Agustus 2026.

Syakira kemudian menceritakan, saat rasa gugup muncul, ia berusaha menenangkan diri dengan berdoa dan mengatur pernapasan. Dukungan orang tua, guru, dan pelatih juga membuatnya lebih percaya diri untuk menyelesaikan tugas tersebut.

“Saya cuma bismillah, terus tarik napas panjang, lalu buang pelan-pelan. Setelah itu saya coba tenangkan diri dan fokus, supaya rasa takut salah tidak terlalu mengganggu,” kata Syakira.

Dari pengalaman tersebut, Syakira belajar bahwa keberanian dan tanggung jawab perlu dibangun melalui proses. Ia berharap generasi muda tetap semangat dan giat belajar, serta mempersiapkan fisik dan mental agar berani mengambil kesempatan dan mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....