Mengatasi Krisis Air Bersih Perumda Air Minum Belu Menambah Spam Molos Oan
- 25 Agt 2026 07:50 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Belu terus berupaya mengoptimalkan pelayanan air bersih bagi masyarakat pelanggan, khususnya di wilayah perkotaan Atambua dan sekitarnya.
Upaya tersebut dilakukan dengan memaksimalkan pasokan air dari sejumlah sumber mata air yang tersedia sekaligus mengembangkan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan, terutama saat memasuki musim kemarau.
Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Belu, Antonius Jumadi Manek, mengatakan pihaknya terus mencari berbagai solusi untuk meningkatkan ketersediaan air baku. Salah satunya melalui pemanfaatan dan pengembangan sejumlah sumber mata air yang memiliki potensi untuk menambah pasokan air bagi pelanggan.
Beberapa sistem penyediaan air minum yang telah dimanfaatkan antara lain SPAM Tirta, SPAM Molos Oan, SPAM Weoe, SPAM Lahurus, SPAM Weutu dan SPAM Wefia.
Menurut Antonius, salah satu sumber mata air yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah Molos Oan, yang berada di lereng kaki Gunung Lakaan, Kecamatan Lamaknen.
Sumber mata air tersebut selama ini telah dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di wilayah perkotaan Atambua dan sekitarnya. Namun, melihat potensi debit air yang tersedia, Perumda Air Minum Belu berencana menambah jaringan perpipaan dari sumber tersebut sehingga kapasitas pelayanan dapat ditingkatkan.
“Kita baru mengusulkan mau proyek lagi sumber air di Molos Oan dikarenakan sumber airnya sangat besar. Balai sungai sempat survei. Kita berharap ada pekerjaan proyek ke depan ini secepatnya sehingga ketersediaan air cukup, masyarakat bisa terlayani dengan baik,” kata Antonius Senin 24 Agustus 2026.
Saat ini, rencana pengembangan SPAM Molos Oan masih dalam tahap penjajakan dan koordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II. Perumda Air Minum Belu berharap usulan pembangunan jaringan perpipaan tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga potensi sumber air Molos Oan bisa dimanfaatkan secara lebih optimal.
Antonius menjelaskan, penambahan sumber air menjadi salah satu langkah penting dalam mengatasi persoalan keterbatasan pasokan, terutama ketika musim kemarau.
Menurutnya, perluasan jaringan perpipaan harus berjalan beriringan dengan ketersediaan sumber air yang memadai. Sebab, pembangunan jaringan yang tidak diikuti dengan penambahan kapasitas sumber air berpotensi membuat pelayanan kepada pelanggan tidak maksimal.
“Solusi menambah sumber air, jangan sampai ketika perluasan jaringan perpipaan tetapi sumber air sedikit, tidak bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.
Karena itu, Perumda Air Minum Belu tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan distribusi, tetapi juga terus mengidentifikasi sumber-sumber mata air yang potensial untuk dikembangkan.
Pengembangan sumber mata air Molos Oan menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut. Dengan potensi sumber air yang besar, pengembangan SPAM Molos Oan diharapkan dapat memperkuat sistem penyediaan air minum sekaligus meningkatkan kemampuan Perumda dalam memenuhi kebutuhan pelanggan di kawasan perkotaan dan wilayah sekitarnya.
Optimalisasi sejumlah sumber mata air tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Air Minum Kabupaten Belu untuk meningkatkan kualitas dan kontinuitas pelayanan kepada masyarakat.
Ketersediaan sumber air yang cukup menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas distribusi air bersih kepada pelanggan. Terlebih, kebutuhan air masyarakat cenderung meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan perkotaan.
Dengan memanfaatkan sumber-sumber mata air yang tersedia dan membuka peluang pengembangan sumber air baru, Perumda Air Minum Belu berharap pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Pengembangan SPAM Molos Oan, yang saat ini masih dalam proses penjajakan bersama BBWS Nusa Tenggara II, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk menambah pasokan air baku bagi masyarakat Kabupaten Belu.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, Perumda Air Minum Belu dan instansi teknis terkait diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur air minum sehingga potensi sumber daya air yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.
Dengan langkah tersebut, kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan Atambua dan sekitarnya, diharapkan semakin terjamin, termasuk ketika Kabupaten Belu menghadapi musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....