Warga Trans Dusun Laka Litirai Belu Keluhkan Rumah Bantuan Pemerintah Mulai Rusak

  • 22 Agt 2026 07:33 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Sejumlah warga yang bermukim di lokasi transmigrasi Dusun Laka Litirai, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan kondisi rumah yang selama ini mereka tempati.

Rumah bantuan pemerintah yang telah dihuni warga selama hampir dua dekade tersebut mulai mengalami berbagai kerusakan. Kondisi bangunan yang semakin menurun membuat warga berharap adanya perhatian dan bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumah agar kembali layak ditempati.

Salah satu warga sekaligus tokoh masyarakat di lingkungan Dusun Laka Litirai, Antoni Corea, mengatakan rumah yang ditempatinya bersama keluarga merupakan rumah bantuan pemerintah melalui program penyediaan rumah yang dibangun oleh Kodim 1605 Belu pada 2007.

Sejak pertama kali dibangun hingga sekarang, menurut Antoni, rumah tersebut belum pernah mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh. Akibatnya, sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan.

“Bangun sejak 2007 sampai sekarang belum ada rehab. Kondisi rumah sudah kebanyakan rusak. Kita dapat informasi dari Penjabat Desa untuk ada bantuan Pemerintah Belu sekarang setelah terpilih, tapi sekarang belum,” kata Antoni saat ditemui rri.co.id, Jumat, 21 Agustus 2026.

Antoni menjelaskan, rumah semi permanen yang ditempatinya kini mengalami kerusakan pada sejumlah bagian. Dinding tembok mulai retak, atap seng mengalami kebocoran, sementara beberapa tiang penyangga rumah juga mulai lapuk.

Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera mendapatkan perbaikan, terlebih ketika memasuki musim hujan.

“Rusak semua, seng juga bocor, tembok retak, tiang rumah banyak lapuk, perlu diganti,” ujarnya.

Antoni mengatakan, hingga saat ini belum ada program bantuan rehabilitasi rumah yang diterima warga untuk memperbaiki bangunan yang telah mereka tempati sejak 2007 tersebut.

Warga, kata dia, hanya dapat berharap pemerintah melihat langsung kondisi rumah masyarakat di kawasan transmigrasi dan memberikan perhatian melalui program perbaikan rumah tidak layak huni.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut merupakan keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan melakukan perbaikan rumah secara mandiri, terutama untuk mengganti bagian bangunan yang membutuhkan biaya cukup besar.

Karena itu, bantuan pemerintah dinilai sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa tempat tinggal yang aman dan layak.“Sebagai masyarakat kecil, kami hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah dengan melihat realita kehidupan masyarakat,” ungkap Antoni.

Ia berharap pemerintah dapat melakukan pendataan dan melihat secara langsung kondisi rumah warga di Dusun Laka Litirai. Dengan demikian, rumah-rumah yang mengalami kerusakan dapat segera masuk dalam program rehabilitasi atau bantuan perumahan yang sesuai.

Bagi warga, rumah bukan hanya tempat berlindung, tetapi juga menjadi tempat membangun kehidupan dan menjaga keluarga. Setelah hampir 20 tahun ditempati, mereka berharap rumah bantuan tersebut kembali mendapat perhatian agar dapat menjadi hunian yang aman, nyaman, dan layak bagi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....