Kobarkan Nasionalisme, Desa Tulakadi KKNT GENTASKIN Lomba Kreatif dan 1.000 Lilin

  • 17 Agt 2026 13:47 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Menyemarakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah perbatasan Pemerintah Desa (Pemdes) Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) GENSTASKIN, Danpos Salore, Babinkantibmas, Babinsa dan OMK Kapela Salore menyelenggarakan lomba-lomba kreatif dan inovatif serta aksi menyala 1.000 lilin wujud kepedulian bagi korban gempa bumi di Flores.

Kegiatan yang bertajuk Semarak Kemerdekaan di Tapal Batas, dengan tema “Merdeka dalam Diam, Berkobar dalam Kemenangan” diikuti warga Desa Tulakadi dengan menyalakan ribuan cahaya lilin disusun membentuk angka 17,08,45 dan 81 serta tulisan Tulakadi menjadi simbol semangat kemerdekaan sekaligus ungkapan kepedulian masyarakat perbatasan terhadap saudara-saudara di Flores yang sedang mengalami musibah yang berlangsung di Lapangan SDI Salore Tulakadi pada Minggu 16 Agustus 2026.

Pj Kepala Desa Tulakadi Ferdiandus Mones Billi, menyampaikan sebagai garda terdepan di wilayah perbatasan, penguatan nasionalisme menjadi dasar penting untuk terus dikobarkan dengan itu semua dapat memaknai dan meneladani nilai-nilai perjuangan.

Selain itu Ferdi Monez mengajak seluruh masyarakat yang berada di beranda NKRI untuk terus memperkuat nasionalisme sebagai landasan penting dalam kehidupan ber bangsa dan bernegara, dengan memaknai dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan serta menanamkan rasa cinta terhadap tanah air.

Lanjut, Ferdi Mones menambahkan mengenai aksi menyalakan 1.000 lilin merupakan bentuk kepedulian dan empati serta dukungan masyarakat terhadap sesama yang tengah mengalami duka mendalam akibat bencana gempa bumi.

“Kita merangkaikan suatu kegiatan untuk memperkuat nilai nasionalisme namun tidak luput pula kita menunjukkan kepedulian terhadap saudara - saudara kita di Flores yang sedang mengalami musibah,” ucap Ferdi Mones.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) GENTASKIN Universitas Citra Bangsa ( UCB) Dela Holino mengatakan gebyar semarak kemerdekaan merupakan salah satu program memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk terus mempererat hubungan silatuhrahmi dan membangun kebersamaan masyarakat perbatasan.

Mengenai jenis perlombaan, Dela Holino mengatakan, pihaknya telah memaksakan lomba yang mengasah kreatifitas dan inovatif anak-anak seperti makan kerupuk, pukul air, lempar sendal, balap karung dan lomba cerdas cermat CPB rupiah agar semakin menguatkan rasa nasiolisme dan cinta tanah air bagi warga di perbatasan.

“Ini merupakan program kami mahasiswa GENTASKIN dalam memeriahkan HUT ke-81, Kemerdekaan Republik Indonesia, kiranya melalui rangkaian kegiatan ini mengobarkan semangat nasionalisme dan semakin mempererat hubungan warga batas,” ucap Dela Holin.

Mengenai aksi menyalakan 1.000 lilin, Dela Holino menjelaskan ini sebagai ajakan bagi masyarakat,untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan solidaritas terhadap sesama yang mengalami musibah.

“Aksi 1.000 lilin sebagai bentuk kepedulian dukungan sekaligus mendoakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah, dan bencana yang dihadapi segera reda,” ujar Dela Holino.

Melalui perlombaan di tapal batas semakin mengobarkan semangat jiwa nasionalisme warga batas dan aksi peduli kemanusiaan dari Desa Tulakadi di tapal batas RI-RDTL, dengan menyalakan 1.000 lilin tersebut menjadi simbol solidaritas dan pesan kemanusiaan bahwa saudara-saudara di Flores yang sedang menghadapi musibah tidak sendiri.

Perlu diketahui juga bahwa Mahasiswa KKN Tematik Gentaskin berasal dari enam perguruan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yakni Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Citra Bangsa, Universitas Uyelindo, dan Universitas Katolik Widya Mandira, Universitas Aryasatya Deo Muri, Stikip Sinar Pancasila Betun, Akademi Kebidanan Santa Elisabeth Kefamenanu. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....