Pengabdian Tuntas, Mahasiswa PKM Unimor Kembali ke Kampus

  • 10 Agt 2026 11:32 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Usai 3 minggu menjalankan masa pengabdian kepada masyarakat melalui program Prakter Kerja Mahasiswa (PKM) 48 Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Timor (Unimor) tahun 2026 di Kabupaten Belu, di Desa Rafae,Desa Mandeu,Desa Leuntolu,Desa Duakoran, Desa Faturika dan Desa Mandeu Raimanus wilayah Kecamatan Raimanuk secara resmi ditarik kembali ke Kampus usai menjalankan berbagai program kerja terutama terkait dengan pendataan potensi desa guna mendukung implementasi Koperasi Desa Merah Putih serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Acara penarikan mahasiswa PKM berlangsung di Aula kantor Desa Mandeu Raimanus pada Sabtu 8 Agustus 2026, yang dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Camat Raimanuk berserta staf, para kepala desa dan penjabat kepala desa serta seluruh mahasiswa peserta PKM.

Dalam sambutannya, Perwakilan DPL Dr. Egidius Fkun,S.Fil,.M.Si menyampaikan mewakili rektor Unimor dan segenap unsur segenap unsur pimpinan dan Dekan Fisip Unimor beserta seluruh civitas akademika, mengucapkan terima kasih bagi kepada Camat Raimanuk dan Kepala Desa/penjabat yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk membimbing, dan mendukung segala program kerja sehingga semua dapat berjalan dengan optimal.

“Kami menyadari, selama kurang lebih tiga minggu para kahasiswa berada berada di enam desa ini, tentu ada banyak kekurangan, kesalahan, atau kekhilafan yang dilakukan, baik dari tutur kata maupun tingkah laku. Untuk itu, yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam kami memohon maaf,” ucap Egidius Fkun.

Egidius Fkun, mengatakan berkat dukungan semua pihak, program PKM yang berlangsung kurang lebih 3 minggu dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar.

“ Bagi mahasiswa/i pengalaman praktek yang didapatkan interaksi langsung dengan masyarakat merupakan laboratorium hidup yang sesungguhnya. Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga untuk membentuk mental yang tangguh, empati sosial yang tinggi, dan bekal menjadi sarjana yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Egidius Fkun.

Selaku DPL, Egidius Fkun berharap kerja sama yang terbangun antara kampus dan masyarakat terus terjalin dengan erat, sehingga berbagai program pengabdian yang telah dilaksanakan tidak berhenti begitu saja, melainkan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan warga setempat dalam mengembangkan potensi lokal, agar hasil yang dicapai dapat dirasakan secara luas dan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan di wilayah perbatasan.

Dikesempatan yang sama Camat Raimanuk Ferdinandus Bone Lau,S.IP menyampaikan pihaknya berterima kasih atas kehadiran PKM dari Fisipol Unimor, karena telah memberikan kontribusi nyata, untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dirinya memacu mahasiswa untuk mengeyam pendidikan hingga meraih gelar sarjana, dan mampu kembali menjadi agen perubahan pembangunan di daerah masing-masing.

Ferdinandus Bone Lau mengatakan, dirinya telah menerima laporan dari kepala desa/penjabat desa bahwa kehadiran para mahasiswa sangat membantu warga, selain menuangkan ide dan gagasan untuk pembangunan sejalan dengan tema namun juga mampu membaur, memahami adat istiadat, dan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat di kecamatan Raimanuk.

“Kami menyadari, selama adik-adik tinggal dan menjalani masa PKM di sini, tentu banyak kekurangan atau keterbatasan fasilitas yang disediakan oleh pihak kecamatan maupun desa. Namun, kami berharap pengalaman hidup bermasyarakat ini dapat menjadi pelajaran berharga dan bekal kelak ketika adik-adik menyelesaikan studi dan terjun langsung ke tengah masyarakat luas,” ucap Camat Raimanuk Ferdinandus Bone Lau.

Sementara Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Agustinus Longa Tiza,S.Sos.,M.AP saat dikonfirmasi rri terkait waktu pelaksanaan PKM yang singkat dirinya menyampaikan bahwa terdapat perubahan kalender akademik bahwa awal perkuliahan semester ganjil ini akan dimulai pada Senin, 10 Agustus 2026. Sehingga para mahasiswa yang diterjunkan ke lokasi PKM ditarik lebih cepat, agar segera menyesuikan dengan kalender akademik.

“ Ke depan akan kita lakukan penyesuaian agar durasi waktu PKM bisa lebih maksimal lagi,” ucap Agustinus Longa Tiza.

Adapun penarikan ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa FISIPOL Universitas Timor di Kabupaten Belu. Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak terhadap mahasiswa yang melaksanakan Praktik Kerja Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 di dua kabupaten wilayah perbatasan lainnya yakni Kabupaten Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Utara. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....