SIADIKNONA Layani Mahasiswa UNDANA
- 06 Agt 2026 15:32 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNDANA Kupang, Drs. Raydold Ludji Nguru, MSI menyampaikan berbagai inovasi layanan digital kampus dalam program Literasi Digital dan Transformasi Pelayanan Publik RRI Atambua, Selasa 4 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa pengembangan layanan tersebut bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan sistem birokrasi kampus secara efisien tanpa harus bertatap muka langsung di setiap jenjang pelayanan.
Menurut Raydold, layanan Sistem Informasi Akademik dan Non Akademik (SIADIKNONA) kini terintegrasi dalam satu aplikasi yang digunakan untuk melayani seluruh mahasiswa sejak awal perkuliahan hingga wisuda. “Aplikasi ini merangkum seluruh pelayanan akademik dan non akademik sehingga mahasiswa dapat mengakses berbagai kebutuhan hanya melalui satu platform digital.”
Ia menjelaskan alur komunikasi mahasiswa dalam aplikasi dimulai dari operator program studi, kemudian diteruskan kepada ketua program studi hingga ke tingkat dekan sebelum sampai ke rektor melalui biro akademik. “Mahasiswa tidak perlu lagi bertemu langsung rektor karena semua permasalahan disampaikan berjenjang dan diselesaikan melalui biro akademik secara sistematis,” ujarnya.
Lebih lanjut, aplikasi tersebut juga dirancang agar mahasiswa tetap merasa dekat dengan kampus meskipun berada di lokasi berbeda, termasuk mereka yang sedang menjalani aktivitas di luar daerah. “Kami ingin memastikan mahasiswa tetap terhubung dengan layanan kampus dari mana saja sehingga tidak ada hambatan dalam memperoleh pelayanan akademik,” katanya.
Selain Si Adik Nona, pihaknya juga sedang mengembangkan layanan berbasis digital lain pada tahun 2026, salah satunya adalah sistem Rencana Pembelajaran Lampau atau RPL serta semester pendek. Dalam sistem tersebut, mahasiswa maupun calon mahasiswa dapat memanfaatkan pengalaman kerja yang dimiliki untuk dikonversi menjadi satuan kredit semester atau SKS.
Raydold menjelaskan bahwa konsep RPL memungkinkan seseorang menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu lebih singkat dibandingkan jalur reguler karena pengalaman kerja yang relevan dihitung sebagai capaian pembelajaran. “Pengalaman kerja, penelitian, maupun keterlibatan profesional dapat dikonversi menjadi SKS sehingga masa studi bisa dipercepat menjadi satu atau dua tahun,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa program tersebut terbuka luas bagi masyarakat umum dari berbagai latar belakang pendidikan yang ingin melanjutkan studi sesuai pengalaman profesional yang dimiliki sebelumnya. “Misalnya seseorang berlatar belakang ekonomi tetapi memiliki pengalaman penyiaran, ia tetap bisa melanjutkan ke magister komunikasi melalui konversi pengalaman kerja,” tuturnya.
Selain itu, kampus juga telah mengembangkan integrasi layanan keuangan dengan menggandeng beberapa bank mitra sehingga mahasiswa tidak perlu lagi mengantri untuk melakukan pembayaran administrasi akademik. “Seluruh transaksi keuangan dilakukan melalui aplikasi bank mitra sehingga mahasiswa dapat memenuhi kewajiban pembayaran secara mudah dan cepat tanpa harus datang langsung,” katanya lagi.
Pengembangan infrastruktur digital juga mencakup layanan internet serta sistem penyewaan fasilitas kampus yang kini dapat diakses secara daring untuk memudahkan pengguna dalam melakukan reservasi. Dengan berbagai inovasi tersebut, pihak kampus menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi pelayanan publik berbasis digital secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....