Guru SDK Bolan Mogok, Tuntut Kepala Sekolah Diganti
- 05 Agt 2026 07:09 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Malaka - Sejumlah guru di Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur melakukan aksi mogok mengajar selama satu hari sebagai protes dan memita Kepala Sekolah diganti karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas sebagai pemimpin.
Aksi ini dilakukan guru guru di SD Katolik Bolan, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, pada Senin, 3 Agustus 2026. Akibatnya tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama jam pelajaran hingga jam sekolah berakhir imbas dari guru tidak mengajar di kelas.
Pantauan RRI pada hari yang sama, sejak pagi hingga siang hari para siswa hanya menghabiskan waktu pada jam pelajaran dengan bermain di sekitar halaman dan di luar halaman sekolah hingga jam pulang sekolah.
Menurut Antonia Selan, guru agama yang juga melakukan aksi mogok menjelaskan aksi ini sebagai protes terhadap persoalan-persoalan yang selama ini tidak mampu diselesaikan oleh Maria Trisila Hoar Klau selama menjabat sebagai kepala sekolah, SDK Bolan.
Diketahui, Maria Trisila Hoar Klau, merupakan salah satu kepala sekolah dasar dari sekian kepala sekolah dasar yang dilantik secara serentak oleh Bupati Malaka pada Juni 2025 lalu dan telah disumpah menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab di sekolah masing-masing.
Antonia Selan, mengatakan selama ini semua keluhan ini sudah disampaikan kepada kepala sekolah namun tidak pernah ada penyelesaian. Puncaknya, pada Sabtu 1 Agustus ketika rapat pembagian tugas guru-guru akan diadakan di sekolah, kepala sekolah tidak hadir dengan alasan sedang rapat di luar yang juga tidak bisa ditunda. Persoalannya tidak sesederhana itu, Antonia Selan mengungkap sejumlah persoalan yang dikeluhkan para guru sudah berulang disampaikan namun tidak mau didengarkan kepala sekolah dan dibiarkan tanpa ada penyelesaian yang memicu aksi ini.
"Kami sampai mogok ini karena mulai dari sejak kepala sekolah ibu Trisila Hoar Klau diangkat menjadi kepala sekolah tidak pernah melaksanakan tugas sebagai seorang kepala yang penuh," ucap Antonia Selan.
Ketidakpuasan terhadap sikap serta kinerja kepala sekolah bukan tak beralasan. Kurang lebih terdapat sejumlah persoalan yang dikeluhkan staf guru selama Maria Trisila Hoar Klau menjabat.
Sejumlah persoalan tampak nya tidak sederhana dan sudah berlangsung lama menimbulkan ketidakpuasan guru terhadap sikap dan kinerja kepala sekolah SDK Bolan.
Sikap dan tangung jawab serta kurang disiplin Kepsek dalam menangani urusan di sekolah juga sangat disayangkan para guru.
Kepala sekolah juga sering terlambat datang ke sekolah, jarang memimpin apel pagi hingga kerap mangkir dalam pertemuan kegiatan penting seperti persiapan kegiatan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EPTANAS).
"Kepala sekolah ini datang jam 9 atau jam 10 pagi bagaimana kita mau mengatur guru dan siswa jadi sejak ibu Trisila menjabat sebagai kepala sekolah semua kegiatan KBM untuk kelancaran ujian EPTA atau kegiatan lain, kami guru-guru ambil inisiatif sendiri. Karena kalau kami harap dia mungkin sekolah ini sudah tutup lama sejak dia menjabat itu," ujar Antonia.
Perekrutan tenaga honorer wali kelas dan operator sekolah juga dinilai syarat nepotisme dalam proses perekrutan tenaga pendidik (Tendik). Dua Tendik direkrut merupakan keluarga dekat kepala sekolah.
Persoalannya bukan siapa yang direkrut namun tanggung jawab dari keduanya. Wali kelas yang direkrut kepala sekolah diklaim jarang datang ke sekolah sejak cuti melahirkan. Sedangkan operator sekolah merangkap guru PPG mata pelajaran Penjaskes memiliki tugas tambahan di luar sekolah, tidak masuk kelas untuk mengajar namun diduga tetap menerima gaji dan terlibat jauh dalam tupoksi bendahara.
Keduanya menerima gaji yang tidak sesuai beban kerja, meski keduanya jarang sekali terlibat dalam proses KBM keduanya tetap menerima gaji seperti biasanya.
Guru-guru juga mengeluhkan pengelolaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sangat tidak transparan. Pengelolaan dana BOS dinilai tidak transparan dan cenderung diambil alih sepenuhnya oleh operator dan kepala sekolah sedangkan bendahara tidak dilibatkan mulai dari proses pencairan, penyaluran, hingga penggunaan nya tidak pernah dibahas bersama atau tidak transparan.
David Kehi, Bendahara Sekolah menyampaikan kekecewaannya karena selama satu tahun terakhir tidak dilibatkan dalam pencairan dana BOS sejak Juni 2025 hingga kini.
Menurut David Kehi, pencairan dana BOS melalui beberapa tahapan penyusunan rancangan kegiatan dan anggaran sekolah pada Aplikasi ARKAS baik perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan harus di-ACC bersama guru-guru kemudian ditandatangani bendahara sebelum dibawa ke Dinas. Namun setelah Maria Trisila Hoar Klau menjabat, tahapan tahapan tersebut tidak melibatkan bendahara dan diketahui guru-guru.
"Saya ini bendahara cukup lama di sekolah ini tapi sepertinya sebagai lambang saja, tidak perlu tandatangan saya lagi. Pencairan dana bendahara tidak diikutsertakan. Biasanya pencairan dana itu saya tanda tangan dulu baru bisa cair, tapi kan selama tiga kali pencarian ini kan saya tidak tandatangani satu pun," ujar David.
Hal ini menimbulkan pertanyaan adanya dugaan adanya pemalsuan tandatangan pada pencairan dana BOS dalam tiga tahap terakhir.
Oleh karena sikap kepala sekolah seperti ini maka dewan guru di SDK Bolan mengusulkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan dan inspektorat untuk segera mungkin turun ke lapangan di SDK Bolan untuk meninjau kembali kinerja dari kepala sekolah.
"Kita menjaga supaya ke depan itu jangan merusak sekolah ini. Kalau belum ada tanggapan kami akan seperti ini terus karena kami tidak mau kerja di atas hal yang bikin kita sakit hati," kata Antonia Selan.
Usai bertemu para guru, tim media kemudian berusaha menemui kepala sekolah di kediamannya, di sana tampak ia sedang menunggu bersama operator sekolah yang masih berstatus anak mantu. Dengan beberapa anggota keluarga lainnya duduk dan mendengarkan wawancara RRI terkait keluhan para guru.
Menanggapi persoalan tersebut, kepala sekolah akan melaporkan aksi mogok mengajar ke dinas agar dinas yang akan menyelesaikan persoalan tersebut bukan klarifikasi ke media karena dinilai bukan ranahnya.
Namun ia tetap menjawab beberapa pertanyaan soal pencairan dana pembagian dana BOS yang ditutup-tutupi tetapi baik kepala sekolah maupun bendahara, keduanya sama-sama tidak memahami penggunaan CMS untuk urusan pencairan dana BOS. Namun ia menampik bendahara tidak dilibatkan.
"siapa bilang bendahara tidak dilibatkan, itu tidak benar justru bendahara dilibatkan bahkan sampai ikut pencairan di Bank dan pembagian ke guru honorer dibantu oleh operator sekolah," kata Maria Trisila Hoar Klau, Kepala SDK Bolan saat diwawancarai di rumahnya.
Soal ketidakdisiplinan nya ia memebenarkan memang sering datang terlambat ke sekolah namun selama ini proses KBM tetap berjalan baik.
Menanggapi hal tersebut Operator sekolah menjelaskan proses pencairan hingga pembagian gaji guru kini sudah virtual menggunakan sistem CMS. Ia dipercayakan untuk mendampingi membantu urusan pencairan dana BOS hingga transfer ke rekening masing-masing guru honorer. Ia bahkan bilang bahwa sengaja tidak melibatkan bendahara itu tidak benar, justru bendahara hadir saat pencairan di bank hingga pembagian gaji honorer yang selalu didampingi operator yang dinilai paham.
Wakil Bupati Malaka juga sudah turun langsung meninjau sekolah SDK Bolan, bersama Kepala Dinas Pendidikan Malaka pada Senin 3 Agustus mengumpulkan pihak pihak yang bertikai baik kepala sekolah maupun guru. Dalam pertemuan beberapa jam itu, Wakil Bupati memediasi mendengarkan secara langsung pihak pihak yang bermasalah dan meminta kedua pihak untuk berdamai agar persoalan diselesaikan dalam pertemuan pada Selasa 4 Agustus keesokan harinya. Rapat ini sekaligus membahas pembagian tugas guru-guru yang sempat tertunda sebelumnya yang membuat proses KBM menjadi terhambat. (AS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....