Banyak Pemuda TTU Tak Miliki Keterampilan Pemerintah Fasilitasi Pelatihan
- 02 Agt 2026 18:47 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Banyak pemuda-pemudi di TTU, memiliki semangat kerja dan tenaga tetapi belum memiliki bekal keterampilan. Sehingga pemerintah daerah memfasilitasi sebanyak 64 orang pemuda-pemudi mengikuti pelatihan terpusat di bawah Dinas Nakertrans TTU dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur.
Menyadari potensi besar yang dimiliki para pemuda-pemudi itu, maka Pemkab TTU berkolaborasi dengan (BPVP) Lombok Timur supaya melatih 64 pemuda-pemudi di bidang tata boga (aneka kue-roti) keterampilan menjahit dan komputer. Supaya mereka memiliki keterampilan, berusaha mandiri ataupun terserap di dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Asisten I Setda TTU, Drs. Kristoforus Ukat dimana pelatihan tersebut terhitung sejak tanggal 28 Juli hingga 28 Agustus 2026 mendatang.
Menurut Kristo bahwa, baik pemerintah daerah dan masyarakat TTU tidak dapat menutup mata terhadap realitas yang terjadi saat ini dimana daerah ini masih dihadapkan pada tantangan yang cukup besar yakni tingginya tingkat pengangguran yang besar dan terbatasnya keterampilan yang dimiliki angkatan kerja kita. Padahal banyak pemuda-pemudi TTU memiliki semangat kerja dan tenaga yang luar biasa tetapi belum dibekali dengan kompetensi yang memadai sehingga mereka kesulitan untuk bersaing dalam dunia kerja", ujar mantan Kadis Kominfotik ini.
Mengatasi persoalan tersebut, maka Pemkab TTU melalui Dinas Nakertrans dan BLK serta BPVP) Lombok Timur mengambil langkah strategis dengan mengadakan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) terhadap 64 pemuda-pemudi yang lulus seleksi dari 24 Kecamatan di seluruh TTU. Pelatihan tersebut sebagai bentuk intervensi langsung dari pemerintah daerah untuk mengatasi pengangguran di daerah ini", kata Kristoforus.
"Pelatihan berbasis kompetensi (PBK) oleh Dinas Nakertrans TTU bertujuan untuk melakukan percepatan peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang secara spesifik berorientasi pada kebutuhan dunia kerja atau pasar. Karena dalam pelatihan dimaksud para peserta akan dibekali dengan keterampilan teknis dan kompetensi kerja yang sesuai dengan kebutuhan pada dunia kerja", kata Kristoforus.
Ia berharap setelah 64 orang pemuda-pemudi TTU yang mengikuti pelatihan terpusat di BLK selama sebulan penuh bisa memiliki kemampuan yang memadai sehingga bisa memasuki pasar kerja maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri ataupun mengembangkan usaha yang telah ada. Hal sederhana yang bisa diusahakan secara mandiri seperti berjualan kue saat ini makin mudah karena bisa dijual secara online maupun offline dan ini harus dimanfaatkan karena peluangnya besar", ujar Kristo.
Kristoforus menekankan supaya 64 orang pemuda-pemudi yang ada harus memanfaatkan kesempatan pelatihan tersebut supaya berlatih secara serius. Para peserta harus fokus pada potensi yang bisa dikembangkan supaya menjadi bekal ke depan. Karena hanya dengan keterampilan maka para pemuda-pemudi TTU bisa mampu menghadapi tantangan saat ini yang makin kompetitif", ujarnya (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....