Penting Bangun Identitas Merek Lokal dalam Penguatan Daya Saing
- 02 Agt 2026 08:24 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Membangun identitas merek lokal menjadi hal penting dalam penguatan daya saing pelaku UMKM di wilayah perbatasan RI-RDTL dalam era ekonomi digital. Pertanyaan mendasar muncul mengapa identitas merek harus dibangun padahal produk lokal dianggap sudah memiliki ciri khas melekat secara alami.
Menurut Yumince Solaiman Pinat, S.Th., CLC, sebagai Marketing Trainer UMKM dalam program Ekonomi Digital RRI Atambua, Jumat 31 Juli 2026, perubahan pasar menjadi alasan utama penguatan identitas merek. Ia menjelaskan bahwa dunia digital menghadirkan pasar yang sangat luas dan tidak terbatas sehingga membutuhkan strategi yang lebih terstruktur dan kuat.
Yumince menegaskan bahwa dalam konteks pasar digital, pelaku usaha tidak hanya bersaing secara lokal tetapi juga dengan produk dari berbagai daerah bahkan luar negeri. “Pasar digital itu unlimited, siapa yang masuk berarti siap masuk gelombang yang lebih kencang dan samudra yang lebih luas.”
Lebih lanjut, Gembala Umat yang karib disapa Ipen (Ibu Pendeta) Yupi ini menjelaskan perbedaan antara produk yang laku karena keberuntungan dan produk yang laku karena sistem yang dibangun secara sadar. “Kalau kita jualan laku sekali itu mungkin keberuntungan, tetapi kalau laku berkali-kali itu sistem yang kita bangun.”
Menurut Ipen Yupi, yang juga pemilik Norakal Cosmetik ini, agar konsumen kembali membeli, produk harus memiliki identitas yang jelas dan mudah dikenali oleh pasar yang semakin kompetitif. Ia menekankan bahwa identitas tersebut menjadi representasi dari pembuat dan kualitas produk yang dihasilkan secara konsisten.
“Produk itu mewakili pembuatnya, penciptanya, sehingga identitas produk harus mencerminkan kualitas dan ciri khas yang kita bangun sejak awal,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa pelaku usaha harus mulai berpikir sebagai entrepreneur yang memahami strategi dan permainan pasar sejak awal.
Dalam praktiknya, banyak pelaku UMKM masih menjalankan usaha dengan pendekatan coba-coba tanpa perencanaan identitas yang matang. Melalui siaran edukasi, ia mendorong pelaku usaha agar terus meningkatkan kapasitas dan tidak hanya mengandalkan proses belajar dari pengalaman semata.
Ia mencontohkan produk minyak kemiri yang memiliki ciri khas tertentu, dimana pelanggan mengenali kualitas melalui pengalaman berulang. “Ciri khas itu harus kita dokumentasikan di dalam identitas kita supaya orang mudah mengenali dan percaya,” ucapnya.
Selain itu, identitas merek juga berkaitan erat dengan upaya mendokumentasikan kualitas produk secara formal melalui perlindungan hukum. Ia menegaskan pentingnya kesadaran pelaku usaha untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual sebagai bentuk perlindungan dan pengakuan negara.
“Kalau punya merek harus terdaftar di hak kekayaan intelektual supaya haknya dilindungi dan diketahui oleh negara,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa saat ini pemerintah telah menyediakan sistem seperti Nomor Induk Berusaha untuk mendukung legalitas usaha.
Dengan demikian, pembangunan identitas merek tidak hanya soal tampilan tetapi juga strategi jangka panjang dalam menghadapi pasar digital. Identitas yang kuat akan membantu produk bertahan, berkembang, serta membangun kepercayaan konsumen secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....