60 Hari Mengabdi, Karya Bakti TNI AD di Alor Hadirkan Pembangunan dan Layanan Sosial

  • 01 Agt 2026 08:30 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Program Karya Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Alor resmi ditutup setelah berlangsung selama 60 hari. Penutupan program tersebut ditandai dengan upacara yang dipimpin langsung Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono, di Lapangan SD GMIT No. 027 Mebung, Desa Ali Mebung, Kecamatan Alor Tengah Utara, Jumat 31 Juli 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan, prajurit TNI AD terlibat langsung dalam berbagai pekerjaan pembangunan serta pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga di wilayah sasaran.

Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono, saat membacakan sambutan tertulis Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, menyampaikan bahwa Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat melalui semangat kebersamaan, persatuan, serta gotong royong.

"Karya Bakti TNI tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wadah yang sangat berharga dalam mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujar Mayjen TNI Piek Budyakto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Danrem 161/Wira Sakti.

Selama 60 hari pelaksanaan, TNI AD berhasil menyelesaikan sejumlah sasaran pembangunan di Kabupaten Alor. Pekerjaan tersebut meliputi rehabilitasi 17 rumah tidak layak huni, pembangunan 20 sumur bor, rehabilitasi dua panti asuhan, pembangunan dua rumah ibadah berupa masjid dan gereja, serta pembangunan satu unit Sekolah Menengah Kejuruan.

Selain pembangunan fasilitas tersebut, Karya Bakti TNI AD turut menghadirkan infrastruktur pendukung berupa pembangunan rabat jalan sepanjang 500 meter serta delapan unit jembatan yang terdiri dari tujuh jembatan beton dan satu jembatan gantung.

Berbagai hasil pembangunan itu diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses yang lebih baik, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah sasaran program.

Selain menyasar pembangunan fisik, kegiatan Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat turut dilengkapi dengan kegiatan nonfisik berupa donor darah, khitanan massal, dan pengobatan gratis. Berbagai layanan tersebut menjadi bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat kedekatan antara prajurit dan warga.

Pangdam IX/Udayana melalui sambutan tertulisnya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara seluruh fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara seluruh fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat," kata Mayjen TNI Piek Budyakto.

Berakhirnya Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Alor diharapkan tidak mengakhiri semangat kebersamaan yang telah terbangun selama pelaksanaan kegiatan. Seluruh hasil pembangunan diharapkan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan serta pembangunan daerah.

Pangdam IX/Udayana turut menyampaikan apresiasi kepada Korem 161/Wira Sakti, Kodim 1622/Alor, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan pelaksanaan Karya Bakti TNI AD Tahun Anggaran 2026. Sinergi dan kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Alor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....