Persiapan Remaja Jadi Kunci Putus Rantai Stunting

  • 31 Jul 2026 20:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB) Kabupaten Alor menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting harus dimulai sejak masa remaja. Persiapan pendidikan, kesehatan, mental, hingga ekonomi dinilai menjadi fondasi utama sebelum seseorang memasuki kehidupan berumah tangga.

Penata Kependudukan dan KB Dinas PP-KB Kabupaten Alor, Daniel Datu Koda, mengatakan akar persoalan stunting bukan hanya saat anak dilahirkan, tetapi bermula sejak calon ibu masih berusia remaja. Karena itu, intervensi harus dilakukan sebelum terjadi kehamilan.

"Kalau ingin memutus mata rantai stunting, maka harus dimulai dari remaja. Selama ini kita lebih banyak menangani kasus setelah anak lahir. Padahal kalau sejak awal kadar hemoglobin, status gizi, dan kesiapan mental remaja sudah baik, saya yakin mereka tidak akan melahirkan bayi stunting," kata Daniel Jumat 31 juli 2026.

Menurutnya, setiap pasangan muda perlu mempersiapkan tiga hal penting sebelum menikah, yakni pendidikan, pekerjaan, dan tempat tinggal. Dengan memiliki pekerjaan yang layak, keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, serta kebutuhan dasar anak tanpa bergantung kepada orang tua.

"Kalau mempunyai pekerjaan yang baik, kita bisa memperoleh penghasilan untuk membiayai kesehatan, kebutuhan makan, pakaian, hingga kebutuhan bayi. Dengan begitu kebutuhan gizi keluarga tercukupi dan rumah tangga dapat berjalan dengan baik sekaligus mencegah stunting," ujarnya.

Daniel berharap para remaja di Kabupaten Alor memanfaatkan masa mudanya untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri. Ia menilai kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum menikah akan melahirkan generasi yang lebih sehat serta mendukung pembangunan daerah di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....