Krisis Air Bersih Warga Minta Perluasan Jaringan Perpipaan PDAM Belu

  • 31 Jul 2026 13:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Warga Lingkungan Onoboi, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, hingga kini masih menghadapi krisis air bersih. Meskipun jaringan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Belu telah masuk ke wilayah tersebut, layanan air bersih belum menjangkau seluruh rumah tangga.

Akibatnya, sebagian warga masih kesulitan memperoleh akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Selama ini masyarakat mengandalkan air dari sumur gali yang berada di lingkungan setempat. Namun, keberadaan sumur tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan warga pada musim hujan dan beberapa bulan setelahnya. Memasuki puncak musim kemarau, terutama pada September hingga Oktober, debit air mulai menurun drastis bahkan kerap mengering.

Kondisi tersebut memaksa warga membeli air bersih yang didistribusikan menggunakan mobil tangki dengan biaya yang tidak sedikit.

"Ledeng memang sudah terpasang, tetapi belum semua rumah tangga terlayani. Selama ini kami memanfaatkan air sumur. Kalau sudah bulan Oktober biasanya mulai mengering, sehingga satu-satunya jalan adalah berhemat dan membeli air tangki," ujar Daniel, warga Onoboi, Jumat 31 juli 2026.

Saat ini warga hanya mengandalkan satu unit sumur gali yang berada di kawasan permukiman. Setiap hari masyarakat harus membawa jeriken untuk menimba air demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Ketika musim kemarau berkepanjangan, kondisi semakin sulit karena debit air di sumur terus berkurang. Warga pun harus mengantre untuk mendapatkan air.

"Kalau ada keperluan besar seperti hajatan, kami terpaksa membeli air tangki. Saat kemarau panjang, debit air di sumur berkurang sehingga semua warga datang menimba di tempat yang sama dan harus antre," katanya.

Minimnya sarana dan prasarana penyediaan air bersih menjadi salah satu penyebab utama masih terjadinya krisis air di wilayah tersebut. Jaringan perpipaan PDAM Belu belum menjangkau seluruh kawasan permukiman, sehingga masih banyak keluarga yang belum menikmati layanan air bersih secara memadai.

Wilayah yang terdampak krisis air bersih meliputi sebagian Lingkungan Onoboi dan Kampung Lama Tuntuni. Daerah yang paling terdampak berada di kawasan Kilometer 6 arah Atapupu, tepatnya di RT 01, Kelurahan Umanen. Hingga kini masyarakat di kawasan tersebut sepenuhnya bergantung pada pasokan air dari mobil tangki karena belum tersambung jaringan perpipaan PDAM Belu.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Belu bersama PDAM Belu dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Mereka mengusulkan pembangunan sumur gali baru maupun perluasan jaringan perpipaan PDAM agar seluruh permukiman dapat menikmati akses air bersih.

Menurut warga, penyediaan infrastruktur air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat mendesak. Dengan adanya program pemerintah berupa pembangunan sumber air maupun perluasan jaringan distribusi PDAM, diharapkan kesulitan yang selama bertahun-tahun dialami masyarakat dapat segera teratasi dan kebutuhan air bersih warga terpenuhi secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....