Nelayan di Pesisir Utara Belu Masih Melaut, Pemdes Dualaus Minta Warga Waspada
- 29 Jul 2026 19:04 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Aktivitas nelayan di wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Belu hingga akhir Juli 2026 masih berjalan normal. Meskipun mulai terjadi tiupan angin kencang, kondisi cuaca dinilai belum berdampak signifikan terhadap aktivitas melaut maupun hasil tangkapan ikan.
Kepala Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Okto Bijalis Nape mengatakan, nelayan di desanya masih dapat melaut seperti biasa karena belum ada peringatan resmi mengenai cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya, pemerintah desa terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi alam, terutama menjelang memasuki Agustus yang biasanya menjadi puncak musim angin.
"Selama ini hembusan angin masih tergolong normal dan belum memengaruhi aktivitas nelayan. Kami tetap berpatokan pada informasi resmi dari BMKG. Sampai sekarang belum ada imbauan agar nelayan menghentikan aktivitas melaut," kata Okto Bijalis Nape kepada rri.co.id, Rabu juli 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan siklus musim yang terjadi setiap tahun, pada bulan Agustus biasanya wilayah pesisir utara Belu mulai mengalami tiupan angin kencang yang dapat berlangsung hingga sekitar dua pekan. Pada periode tersebut, nelayan umumnya diminta menghentikan sementara aktivitas melaut demi keselamatan.
"Kalau Agustus, angin timur dan barat mulai bertiup kencang. Aktivitas nelayan tentu akan menyesuaikan kondisi itu. Walaupun sekarang masih bulan Juli dan angin mulai terasa, tetapi belum menunjukkan kondisi yang membuat nelayan tidak bisa melaut," ujarnya.
Selain kondisi cuaca yang masih relatif aman, Okto mengatakan hasil tangkapan ikan juga masih cukup baik. Memasuki fase bulan gelap, tangkapan nelayan mulai meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga sekaligus dipasarkan untuk menambah pendapatan.
Ia mengakui, ketika angin timur laut bertiup kencang selama sekitar dua minggu, hasil tangkapan ikan biasanya menurun drastis, bahkan nelayan sering kali tidak memperoleh hasil sama sekali.
"Kalau angin timur laut berlangsung sekitar dua minggu, biasanya nelayan hampir tidak mendapatkan hasil tangkapan. Semua tergantung situasi dan kondisi alam. Karena itu kami selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....