Wabup Belu Buka FGD Penyelenggaraan Pemerintahan

  • 29 Jul 2026 06:24 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST., mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belu untuk menjadi pencipta solusi melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Forum Group Discussion (FGD) Diseminasi Jenis, Prosedur, dan Metode Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang Bersifat Inovatif di Gedung Wanita Bete Lalenok, Atambua, Selasa 28 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Vicente menegaskan bahwa inovasi daerah tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif atau upaya meraih penghargaan. Menurutnya, inovasi harus menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.

‎Untuk memotivasi para ASN, Vicente mengangkat keberhasilan SMP IL Kapten Fatubaa yang meraih juara utama regional dalam ajang AIA Healthiest Schools 2026 di Bangkok, Thailand. Sekolah yang berada di wilayah pedesaan tersebut berhasil mengungguli hampir 1.000 peserta dari sembilan negara di kawasan Asia Pasifik melalui inovasi Huka Upcycling Project (HUP), yakni pengolahan kulit pisang menjadi produk bernilai tambah dengan pendekatan ekonomi sirkular.

‎"Kita patut berbangga. Sebuah sekolah di wilayah terpencil mampu mengukir prestasi mendunia, mengungguli sekolah-sekolah besar di kota. Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan. Jika gagasan sederhana dari sebuah sekolah desa bisa diakui dunia, maka saya yakin setiap Perangkat Daerah, Kecamatan, Desa, hingga Puskesmas di Belu juga memiliki potensi yang sama," ujar Vicente.

‎Ia juga meluruskan anggapan bahwa inovasi selalu membutuhkan teknologi canggih atau anggaran besar. Menurutnya, perubahan metode kerja maupun gagasan sederhana yang mampu menjawab persoalan masyarakat secara efektif juga merupakan bentuk inovasi yang patut dikembangkan.

‎"Yang kita butuhkan adalah kemauan untuk berubah, keberanian untuk berkreasi, dan komitmen untuk melayani. Jangan ragu untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil," tegasnya.

‎Sebagai daerah yang berada di wilayah perbatasan dan menjadi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kabupaten Belu memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, Vicente berharap setiap inovasi yang lahir dapat berakar pada potensi dan kearifan lokal serta menjawab kebutuhan masyarakat perbatasan.

‎FGD yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BP4D) Kabupaten Belu tersebut bertujuan memperkuat pemahaman mengenai inovasi daerah sekaligus membangun sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.

‎"Manfaatkan momentum ini untuk berdiskusi. Jangan cepat berpuas diri. Setiap gagasan patut kita dukung bersama untuk mewujudkan Belu yang lebih sejahtera," pungkasnya

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....