BMKG Imbau Masyarakat Alor Waspada Gempa dan Hindari Informasi Hoaks Beredar Luas

  • 28 Jul 2026 19:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Kupang pada Minggu 26 Juli 2026 dipastikan tidak memberikan dampak di Kabupaten Alor. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan karena gempa bumi merupakan bencana yang belum dapat diprediksi waktu kejadiannya.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Stasiun Geofisika Alor, Aim Nurfajar S. Gorang, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 18.57.43 WIB dengan parameter pembaruan magnitudo 5,3 dan kedalaman 44 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 10,16 derajat Lintang Selatan dan 123,77 derajat Bujur Timur atau sekitar 18 kilometer timur laut Kota Kupang.

"Gempa yang terjadi pada hari Minggu tersebut memiliki magnitudo 5,3 dengan kedalaman 44 kilometer. Episenternya berada di 18 kilometer timur laut Kota Kupang dan dampaknya dirasakan di Kabupaten Kupang serta Kota Kupang dengan skala intensitas III hingga IV MMI," ujar Aim. Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menegaskan, hingga saat ini BMKG Stasiun Geofisika Alor tidak menerima laporan adanya dampak maupun guncangan yang dirasakan masyarakat di wilayah Kabupaten Alor akibat gempa tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun berada dalam kawasan yang sama, tidak semua gempa akan memberikan dampak pada setiap daerah.

Aim mengingatkan bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang hingga kini belum dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan selalu meningkatkan kesiapsiagaan serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa.

"Karena gempa bumi sampai saat ini belum bisa diprediksi, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan hanya memperoleh informasi resmi dari BMKG, BPBD maupun instansi terkait lainnya. Jangan mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks," katanya.

BMKG Stasiun Geofisika Alor juga mengajak masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi terkait aktivitas kegempaan melalui kanal resmi BMKG. Langkah tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat sekaligus terhindar dari berita bohong yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....